Jumat, 16 Oktober 2015

Putri dan Pengeran Kecil Ku

Tak terasa waktu telah ku lalui begitu cepat..
Semua telah berubah seiring bumi berputar dari waktu demi waktu..
Dulu mereka yang masih ku agap anak kecil.
Yang menangis ketika tak memperbolehkan mereka untuk pergi..
Yang harus berbagi tempat karena sempitnya rumah yang ku bangun..
Harus saling berbagi ketika ada makanan yang tersedia..
Dan kita masih mampu bercanda tawa..
melewati malam dan siang bersama-sama..

sekarang aku hanya mampu duduk berdua bersama
kekasih pilihan ku dulu..
tak ada lagi canda, tawa, tangis dan ocehan seperti dahulu
ketika kalian masih mampu ku gendong..
ketika aku masih mampu untuk mengejar karena kenakalan kalian..
ketika aku masih mampu bermain dengan kalian..
sungguh saat ini aku merindukan moment itu..

ya aku tahu kalian saat ini sibuk dengan keluarga kalian
sibuk dengan pekerjaan yang kalian pilih..
sibuk dengan aktivitas yang kalian jalanin..
yaa aku paham itu..
bahkan aku tak mampu mencegahnya..
karena itulah pilihan dalam kehidupan ini..

ku harap kalian mampu meluangkan waktu sedetik
untuk tetap menjadi anak kecil ku dulu..
tertawa, berbagi, bercerita bersama..
dan maafkan aku karena dahulu
aku belum bisa menjadi tauladan bagi kalian..
aku belum mampu memenuhi keinginan kalian
aku terlalu keras dengan kalian
aku terlalu cewet dengan kalian..

sungguh tak ada kebencian sedikit pun dari hati ku...
aku sungguh mencintai kalian wahai putri dan pangeran kecil ku..
maafkanlah ayah dan ibu mu yang sudah tua ini..
yang mungkin akan selalu merindukan kalian..
dan akan selalu merepotkan kalian..
karena kami berdua tak sekuat dulu lagi..

dan selamat malam putri dan pangeran kami..
kecum dan peluk hangat dari jauh...



Rabu, 14 Oktober 2015

yuk hijrah

Aku sangat bahagia ketika Allah memperknalkan kita.
Ketika Allah membuat kita mampu tersenyum, tertawa, menangis bersamaan
Seiring waktu berjalan kita saling mengenal satu sama lain..
Dan kini mimpi ku adalah berkumpul dengan kalian di Syurga..
Ya ku sadari ak hanya manusia biasa.
Yang ingin belajar dan terus belajar tetang agama ini.
Aku ingin kita sama-sama belajar.
Aku tau apa yang kalian lakukan saat ini.
Sungguh ak tak sanggup untuk membicaranya..
Membicarakannya bahwa hal itu kurang baik menurutku..
Bagiku saat ini kalian sudah dewasa..
menegerti apa yang Allah sukai dan Allah tidak sukai..
Dan bodohnya diri ku ,,,
Aku tak memiliki keberanian untuk melawannya.
Untuk mu sahabat-sahabat ku sayang..
Ayok langkahkan kaki kita untuk terus melangkah dijalan Allah...
Untuk terus saling mengingatkan menjadi hamba yang terbaik..
Ayok kita berhijrah bersama-sama..
Tinggalkan semua hal buruk itu...
Tidak ada kata sulitt, sebelum kita mencoba..
Dan ketika kita terjatuh aku yakin kita akan saling membantu..

*untukkaliansahabat-sahabatkutercinta
15okt2015

Minggu, 13 September 2015

ketika rindu menyapa

Tak terasa delapan  bulan telah dilalui yang dahulunya merupakan hal yang menakutkan bagi ku.
Semunya terlewati satu persatu. Ya... namanya juga perjalanan pasti semua rasa ada di dalamnya.
Kisah dibulan Juli hingga bulan Desember terlalu indah. Bagaimana tidak pengalaman seorang mahasiswa yang akan melalui masa prakteknya selama 6 di RS yang berbeda-beda. Berkumpul dengan orang-orang yang sekelas namun tak begitu akrab suatu problem besar. Mengumpulkan banyak pikiran untuk satu ide.
Mulai dari cari kost-kostan, tempat makan, belajar bersama, pembagian tugas, dll.

Pada bulan-bulan awal masih berusaha untuk penyesuaan. Alhamdulillah saya bergabung dengan orang-orang hebat. Orang-orang yang semangatnya terus bertambah dari hari ke hari. Dan yang jelas orang yang selalu sabar ngadepin tingkah ku. :D :D

ketika semuanya berakhir dibulan desember. Sekarang kita bertiga sibuk dengan kesibukan masing-masing walaupun belum lulus sepenuhnya. Kita bertiga jarang berkumpul. Ha kalian sungguh saya bersyukur bisa membuat kisah dengan kalian. Ku harap kita mampu menghadapi tugas akhir yang satu ini secara sendiri, sendiri. Tak seperti waktu KTI kita selalu berbagi ilmu, bertukar pendapat, dan bertukar semangat.

Aku yakin kita mampu mengahadapi tugas akhir yang satu ini.
Aku yakin ketika kita telah menjadi fisioterapi kisah ini lah yang menarik bagi ku.
 Terimakasih para membimbing di Bantul, Kalasan, Purworejo, Salatiga, Moeardi, dan RSO.
Terimakasih karena kesabaran dan semangat membimbing kita dalam 6 bulan praktek di Lapangan.
Dan khusus nya untuk TIM SAR ak merindukan mu..
Semoga kita mampu berkumpul di surga nanti.



ini kita sebut saja yang jilbab putih andin, lalu saya dan terakhir rizal..
cerita foto ini mau belajar kelompok di daerah jogja karena kita gag satu kost dengan rizal.

Jumat, 11 September 2015

hargailah aku..

Ketika aku berhenti dari penatnya rutinitas hari ini.
Memikirkan kejadian yang telah terlewati untuk satu hari ini.
Dan hari-hari berikutnya..
Seberapa lama aku akan bertahan seperti ini..
Bertahan dengan suara-suara yang membuat hatiku lelah.
Bagi ku raga ini tak menyentuh empuknya kasur tak apa..
Namun jangan saja kalian menusuk hati ku dengan kata-kata yang keluar dari mulut mu itu..
Aku tau kedudukan ku tak sama dengan kalian..
Pendidikan ku tak sama dengan kalian..
Dan harta ku tak sama dengan kalian..
Sungguh dengan senang hati jika raga ku mampu membantu mu dalam pekerjaan sehari-hari.
Namun ketika aku melakukan suatu kesalahan jangan marahi aku tapi beri ak cara yang tepat untuk tidak melakukan kesalahan..
Karena jika hati ini terluka sungguh obat yang terjual di apotek tak mampu menyembuhkannya..
Tapi jika senyum dan teguran hangat mu terlontar dari sikap mu itu lah yang mampu menghapuskan perihnya luka di hati ini.
Mari kita sama-sama belajar untuk saling menghargai, saling mambantu, saling mengingatkan karena bagi ku saat ini kalian adalah salah satu bagian dari keluarga ku.
Walaupun aku tak mungkin bisa masuk dalam bagian keluarga mu.
Karena aku hanya seorang bibik yang siap melayani jika kalian membutuhkan sesuatu.
Bukan orang yang siap untuk kau caci maki.

Dan doa ku..
Ku harap kalian tak  mengalami perihnya hati seperti apa yang ku alami..



*cerita dri seorang pembantu rumah tangga.




Sabtu, 22 Agustus 2015

kemana pohon itu menghilang

           Tak seperti biasanya hari ini saya menggunakan bis untuk perjalanan dari rumah ke kampus. Biasanya saya mengendarai motor waktu yang di tempuh hanya 45 menit saja. Berangakat pagi agar tak telat sampai kampus itu adalah pilihan. Untuk perdana selama 4 tahun kuliah naik bis klaten solo itu adalah hal yang meneganggakan. Takut ini itu banyak lah. Untung saja saya mendapatkan tempat duduk paling depan. Setidaknya jika keleaatan bisa langsung teriak kekernetnya.. hihi
           Tak jauh berbeda dengan bis yang lainnya berhenti untuk menaiki dan menurunkan penumpang. Asap rokok dari orang-orang yang egois, suara musik dan nyanyian dari para pengamen dan penawaran barang dagangan dari pedagang asongan. Dengan bis saya mampu melihat pemandangan yang tidak bisa saya nikmati ketika perjalanan ini dilakukan dengan bermotoria..
             Pemandangan dimana saya mampu melihat gedung-gedung mewah itu berjejer dan berdiri dengan kokoh, berdiri dengan angkuhnya, seakan tak memperdulikan keadaan disekitarnya. Mungkin karena berdiri terlalu tinggi hingga tak mampu melihat keadaan sekitarnya. Gedung-gedung itu melihat sombong untuk jarak pandang yang jauh. Ha saya pikir betapa egoisnya mereka. Mereka tak melihat kiri kanan daerah sekeliling mereka. Banyak bangunan kecil seakan mintak perlindungan ketika panas karena pohon yang selama ini menjadi penyejuk telah menjelma menjadi gedung tinggi yang sombong, dan ketika hujan pohon itu menjadi penyerap air yang baik. Kini sudah mereka rampas mereka tambah jika ada hujan air mengenang rumah kecil-kecil itu.
          Tak jauh dari gedung itu ada tanah kosong yang sudah ditutupi dengan seng. Padahal itu dulu adalah pemukiman warga. Haaa mau diapakan tempat itu. Buat bangunan kokoh lagi. Kalian bayar berapa sehingga semua warga disana pindah. Sungguh hawa nafsu kalian terhadap bangunan sombong itu terlalu tinggi. Kalian hanya mampu memikirkan kekosongan terhadap diri kalian sendiri. Tanpa mempertimbangkan makhluk yang lain. Dengan sesama manusia saja kalian tega memperlakukan seperti itu apa lagi dengan alam. Seakan tak ada takutnya. Padahal dengan banguan itu banyak efeknya.
        Entah lah kota ini akan menjadi indah dengan bangunan yang berdiri dengan sombongnya atau pohon-pohon yang rindang. Kita lihat saja berberpatahun yang akan datang apakah bangunan sombong itu atau pohon yang mampu menyelamatkan alam ini..




Jumat, 07 Agustus 2015

semangat untuk terkasih

tanpa sadar ak talah berjalan sejauh ini..
tak bisa lagi ku berbalik arah..
bukan berarti ada yang sia-sia dalam pilihan ini..
aku harus menikmati semua yang ada ..
walaupun terkadang semua terasa bererat..
seakan ada sepuncak gunung yang menempel dipundakku..

baru saja segitu sudah mengeluh..
mana bukti dan tanda semangat bahwa kamu mampu dan kmu bisa..
lihatlah orang tuamu dirumah..
mereka berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhan mu disini..

sudahlah hadapi saja, santai ambil napas dalam...
hembuskan pelan-pelan..
bayangkan adik-adik mu sodara mu keluarga mu..
orang-orang yang selalu mendukung mu...
mereka saja yakin dengan kemampuan mu..
haruskah kamu tidak bisa meyakinkan diri mu sendiri..

lelah wajar tapi jangan dibawak perasaan..
nanti lama-lama bisa baper... :D
AYOO SEMANGAT... kamu bisa..
buktikan pada mereka bahwa tenaga yang kamu keluarkan
tidak sia-sia...
 yakin kamu mampu memberikan yang terbaik buat mereka..


*Ocehan dari lantai dasar Perpus
Jumat, 7 Agustus 2015
semangat penelitian :D

Selasa, 07 Juli 2015

Secarik Surat Untuk Mu Calon Imam Ku

Tanpa terasa 21 hari telah qta melewati bulan yang penuh berkah ini.
Dan sekarang adalah malam-malam lailatul qodar.
Dimana malam-malam yang mulia untuk bermusabah diri kita.

Untuk mu calon imam ku...

Ku berharap nanti malam hingga ramadhan selesai,
Kau melakukan itiqaf di masjid dekat rumah mu.
Ku harap engkau sisipkan beberapa bait doa untuk kita..
Santai saja aku akan melakukannya disini..

Ak hanya ingin pertemuan kita dikarenakan izin Allah..
Ak tak ingin pertemuan kita hanya nafsu yang dikendalikan oleh setan..
Ak ingin pertemuan kita membuat bertambah kecintaan terhadap Allah..
Ak ingin pertemuan kita menjadi landang pahala satu sama lain...

Untuk mu calon imam ku jangan takut untuk berdiam diri (itiqaf),
 memohon ampunan atas dosa yang telah terjadi.
Disini aku mendokan mu agar kita mampu untuk bertemu,
dalam keadaan yang tepat atas ridho Allah.
dan bersabarlah atas rencana yang telah di rancang oleh Allah.



Untuk mu calon imam ku...
Ak akan sabar dan yakin dalam penantian ini.
Jangan berhenti untuk mencari ku, disetiap sudut kota ini.
Disini ak menunggu mu, dan jangan membuat ku terlalu lama untuk menunggu.








Jumat, 19 Juni 2015

celana sobek

Teringat beberapa tahun yang lalu, sekitar tahun 2007.
Ketika saya belum menggunakan hijab, saya dan ibu pergi ke toko baju, pada saat itu saya ingin sekali celana di atas lutut dengan motif sobek-sobek.
Dengan bijaksananya ibu saya mempersilahkan saya membelinya, namun ketika saya menggunakan celana itu, ibu tak ingin melihat saya. Sungguh bagi saya itu hal yang percuma, lebih baik saya tak usah membelinya. Saya lebih baik memendam rasa untuk tidak membeli celana itu.

Tahun telah berganti, saya bukan lagi seorang anak yang sedang duduk dibangku SMP, saya sudah menjadi mahasiswa semester akhir. Saya mengerti mengapa saat itu ibu tak membelikan celana pilihan saya. Bukan berarti ibu tak mempunyai uang untuk membeli celana itu. Namun dilihat dari sisi mudharatnya lebih banyak dari pada manfaatnya.Ya walaupun saya bukan dari  keluarga yang berlatar belakang pesantren namun ibu ayah selalu mendidik saya dengan nilai-nilai agama. Saya sadar jika celana itu benar terbeli maka akan membuat suatu penyesalan di masa saat ini.

Bertahab untuk selalu berhijrah walaupun sangat sulit area yang ditujuh. Saya yakin Allah selalu membantu. Ya saya belum mampu seperti mereka yang mengulurkan jilbabnya, belum mampu untuk tidak berkomunikasi dengan orang-orang yang bukan mukrimnya, belum mampu untuk menjaga lisan, pandangan dan visual. Tapi saya dengan melangkahkan kaki satu demi satu untuk menjadi semua ini lebih baik. InsyaAllah Allah lah yang membantu saya dalam semua proses ini..

#inilah saya saat ini yang masih dengan segala kekurangannya...

Selasa, 12 Mei 2015

Fighting..

Setiap manusia memiliki proses yang berbeda-beda menuju ketaatannya terhadap ajaran yang ada di dalam Al-Quran dan As- Sunnah. Cepat lambat mereka akan merasakan bagaimana rasa nyaman dan aman  ketika hati, jiwa dan raga semuanya meminta kekuatan dari Sang Pencipta.
Dan ketika proses hijrah itu sendiri seperti bayi yang baru belajar untuk berjalan. Kita tak mungkin langsung ke tahap berjalan. Kita perlahan tengkurap, duduk, merangkak, merambat dan akhirnya mampu untuk berjalan dan berlari tanpa ada rasa takut. Ketika kita mencoba untuk memutuskan berhijab dan siap perjalanan waktu untuk terus bertambah mengulurkan jilbab yang menjadi kebanggaan bagi seorang wanita muslim. Walaupun sulit dan penuh dengan perjuangan untuk setiap proses hijrah. Dan ingatlah jika kita menolong agama Allah maka Allah akan menolong kita. Maka tak perlu rasa takut di hati jika kita menambah beberapa centi di setiap jilbab kita.
Yakinlah Allah ada untuk hamba-hambanya dan akan selalu ada.
Wanita cantik bukan wanita yang menggunakan makeup di seluruh wajahnya, wanita cantik yaitu yang berani mengulurkan jilbabnya. 

#Yuk Berhijab #LuvAlila #Semangat #berjilbab.

Selasa, 05 Mei 2015

2Sisi

Manusia yang lahir di muka bumi ini pasti akan mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Walaupun tumbuh dan berkembangnya ada yang cepat dan ada yang lambat, tetapi proses yang di lewati tetap sama. Sama-sama berasal dari sel sperma dan sel ovum yang akan menjadi janin, bayi, balita, anak, remaja , dewasa dan tua. Kita semua akan melewati semua fase-fase itu. Mau tidak mau itu akan menjadi suatu kewajiban.

Dimana waktu akan membuat kita berfikir untuk terus melangkah kedepan dan mengambil pelajaran dari hal yang telah terlewati. Dari waktu ke waktu yang terus berjalan tanpa henti. Kita yang telah diberikan akal fikir oleh Sang Pencipta, untuk memilih apakah pilihan-pilihan saya itu membuat saya menjadi seseorang yang berguna untk di masa akan datang. Dan disetiap pilihan-pilihan itu. Kita harus berani mengambil resiko baik dari sisi negatif sampai sisi positif. Jangan sampai pilihan kita yang berujung kenegatif berdampak keorang lain. Ambilah resiko yang berdampak positif. Bukankah Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat rugi.

Kenapa perbuatan merugi itu menjadi pilihan dalam proses perjalanan hidup ini. Apa kita tidak merasa malu jika pilihan-pilihan itu berdampak negatif. Sebagai seorang anak kuliah, seharusnya mampu untuk memilih pilihan  yang berdampak positif.

Ayok teman-teman berlahan tapi pasti. Mari kita ubah diri ini untuk mencetak generasi-generasi yang mampu membawa bangsa dan negara ini menjadi lebih baik. Dengan cara yang baik pula.
Mari kita tinggalkan hal-hal yang sekiranya sangat merugikan diri sendiri dan orang lain.
Mari bersatu untuk maju. Niatkan dalam diri bahwa hari ini akan menjadi lebih baik dari hari
kemarin.


Salam dari Sang Fajar.
Solo, 6 Mei 2015

Minggu, 03 Mei 2015

Ya ini..

Saya setiap pulang ke Bengkulu pasti temu kangen bersama teman-teman SMA. Ya walaupun tak lengkap cukup untuk mengingat masa lalu yang konyol, yang tak akan pernah terulang kembali. Kalau SMA dulu kita selalu ada acara nginep di rumah siapa. Dan saya belum penah nginep di rumah temen saya namanya Lia. Ya karena jauhh binggo.. :D
Tak taerasa ini tahun keempat kita sebagai mahasiswa. Teman-teman ku masih yang dulu. Tapi dengan bertambahnya usia mereka, mereka terlihat dewasa dengan style menggunakan wedges, make up yang sedikit mencolok, pakaian yang modis dan terlihat wanita dewasa. Bagi saya itu wajar setiap orang akan mengalami perubahan dalam dirinya masih-masing. Hanya saja yang tak wajar jika perubahan itu sebagai patokan bila dia sudah dewasa.
Suatu ketika ketika mereka ke rumah. Ibu ku yang cantik jelita bilang "Kamu ini kayak anak kecil, lihat tuh temen-temen mu udah dewasa". Maklum ibu berbicara seperti itu karena style saya hanya baju gamis, jilbab segi empat biasa, tas kecil, pakek beberapa gelang, menggunakan sepatu cats dan pakek kaca mata pula.
Dengan santai saya memberikan penjelasan. Untuk melihat karakter orang dia dewasa atau anak-anak tidak dapat dilihat dari penampilan. Untuk apa bersikap dewasa jika pemikiran tak mampu untuk bersikap dewasa. Dan penampilan anak-anak belum tentu dia tak bisa bersikap dewasa. Itu hanya penampilan saja. Bagaimana seseorang nyaman dengan gayanya saya. Setiap orang berhak dengan gayanya masih-masih tapi sesuai porsinya. Asalkan dia mampu untuk menjadi dewasa. Dan penampilan hanyalah penunjang untuk seseorang menilai pertama. Bukan patokan apakah dia dewasa atau tidak.
Emm kalau saya berfikir sederhana saja. Kalau saya pakek wedjes dan akan terbiasa menggunakan wedjes nanti pas saya punya anak kasihan, soalnya kalo jalan aja udah susah bawak anak. Eh pas dijalan ada batu gimana coba apa gag ribet baget tuh. Kan kalau pakek sepatu pas hujan dan kaos kaki basah gag ribet gimana caranya nutupin kaki karena gag pakek kaos kaki hihi. Dan saya gag akan bisa jalan dengan jauh dan traveling sesuka saya.
Terus jilbabnya yang lilit-lilit suka sih. Tapi apa gag sumuk kayak gitu. Eh pas pergi jauh trs mau sholat sibuk benerin jilbabnya. Kalo lagi gag solat mah santai. Ya nanti kalo udah keluarga gelang-gelangnya gag tak pakek kok. Hehehe kalo gg khilaf.
Heheh ini style saya, style di Usia yang hampir 22 thn. Dan ini bukan masalah bagi saya karena saya nyaman dan safety bagi saya.. :D

 

Semarang


Semarang dulu adalah salah satu kota yang ingin sekali saya kunjungi..
Dan sekarang Semarang adalah akan menjadi sejarah bagi saya.
Ya tepat tgl 1 Mei 2015  saya dan dua orang teman mengunjungi kota itu.
Rencananya saya memutuskan untuk pergi sendiri mengunjungi sahabat yang datang jauh dari Bengkulu. Saya menceritakan niat untuk ke Semarang kepada 2 teman yang di Solo. Alhasil mereka mau ikut dengan catatan pergi hari Jumat. Sipp saya setuju dengan usulan itu.
Dan diantara kita bertiga gag ada yang tau jalan Semarang. Binggun mau naik apa, mau turun di mana, terus mau kemana. Allhamdulillahnya saya ada kenalan orang Semarang ya sudah dia menjadi petunujuk pertama dalam perjalanan ini walaupun lewat BBM dan petunjuk kedua yaitu map.

Siip perjalanan Solo Semarang di mulai dari jam 04.45 itu rencana keberangkatan dari kost menuju stasiun. Namun gagal temen saya satunya telat jadi berangkat jam 05.00, alhamdulillah masih pagi jadi kost stasiun di tempuh dengan waktu 7 menit. Dengan langkah yang gesit dan cepat si Hilme membeli carcis dan saya dan Almas parkir motor yang rapi. Waw keretanya udah dateng alhamdulillah gg ketinggalan kereta. Tepat jam 05.15 kereta siap menuju Semarang. Kota yang belum sama sekali saya kunjungi. Entah kenapa tak ada rasa takut untuk menjelajah kota itu. Kita tiba di Semarang set 09.00. Cuss makan sambil nunggu temen yang di Semarang. Maaf ya dia juga gg tau jalan. :D

Jam 10.00 si Lia baru datang maklum macet ada demo buruh. Well tak masalah mari kita berpetualang. Krik...krikk... ini mau kemana kita.. haha nasib ajak orang travelling tpi gg tau jalan.
Akhirnya saya tanya temen yang asli Semarang dan dia menjelaskan semuanya. Okay kita naik angkot orange untuk meluncur menuju kota tua. Alhamdulillah sampe. Kamera siap dan foto-foto sana sini dengan gaya yang berbeda-beda. Satu yang berkesaan yaitu selfi diatara orang demo.
Bagi saya itu hal wajar. Setiap orang berhak melakukan aksi fotonya dimana saja. Asalkan tidak mengganggu orang lain saja.
Tolong ini bukan Alay atau Lebay. Kita hanya ingin mgabadikan moment ini. :D

Selasa, 21 April 2015

Biarkan waktu..

Saya harap hal yang terjadi 7thn lalu tak terulang lagi.
mungkin bagi setiap orang akan merasakan hal ini.
Dan untuk saya ini bukan waktu yang tepat.
Masih banyak mimpi saya yang belum tercapai.
Ya saya sadari tak selamanya semua mimpi itu saya kejar.
Karena pada dasarnya semua mimpi itu akan indah jika,
saya menjadi sosok wanita yang seutuhnya,
sosok wanita yang menjadi kebanggaan dalam keluarga,
sosok wanita yang menjadi panutan dalam keluarga,
sosok yang di rindu ketika waktu memisahkan,
dan sosok yang di cintai dalam keadaan apapun.

Saat ini perubahan adalah pilihan yang tepat..
Jaga hati, jaga ucapaan, jaga pikiran, jaga sikap.
Ya saya tau tak mudah mengubah sesuatu hal.
Apalagi itu sudah menjadi habits.
Biarkan waktu yang membatu untuk mengubah menjadi lebih baik.
Biarkan waktu yang memilih pilihan untuk menjadi lebih baik.
Biarkan waktu yang terus berjuang untuk mendapatkan yang lebih baik.
Biarkan waktu yang membuat semuanya menjadi indah.
Biarkan waktu yang menanamkan rasa ini di dalam hati.
Biarkan waktu yang mendewasakan diri ini.

Saat ini saya tak tau kapan waktu itu akan datang..
Tapi saya yakin di setiap waktu selalu ada hikmahnya..
Maka saya harus menikmati seebaik-baiknya..
Dan yang saya tau Allah selalu memberikan waktu yang terbaik buat hambanya.

Senin, 06 April 2015

pilihan

Biasa jika  sabtu minggu saya sering berkunjung kerumah bulek di daerah klaten. Nah kemarin saya di ajak bermain dengan anak-anaknya. Kegiatan yang sederhana tapi mengasyikan. Saya di ajak memancing ya walaupun hanya di sungai dekat rumah dan peralatan mancing yang sederhana. Ya walaupun mendapatkan ikan hanya sedikit anak-anaknya begitu bahagia. Selesai memancing tak lama bulek ku satunya datang dan membawa beberapa jajanan pasar. Waw makasih bulek ku Sayang. 
Bulek ku yang baru datang langsung ngajak kita untuk bermain di pemandian deket rumah. Karena cuaca lagi panas-panasnya jadi kami sedikit menundanya. Ya sekitar jam set 3 baru kita berangkat ketempat pemandian itu.
Waw gila keren banget. Disini bisa panen ikan yang kecil-kecil, udang tawar, kepiting dan siput. Ya lumayan buat refresing. Suara gemicik air, dinginnya air dan jernihnya air menghilangkan beberapa penat di dalam pikiran ini. 
 Setelah lama di air dan bercanda dengan bulek-bulek yang unyu beserta anak-anak yang bikin iri karena saya gag bisa ikutan mandi. Ada beberapa pembicaran yang lumayan serius dan saya cuma bisa nyengir.
Ceritanya bulek saya yang baru dateng itu mau di jodohin sama seorang pria yang baru prajabat. Ya gag mungkinkan soalnya bulek saya sudah menikah. Eh bulek saya yang satunya lirik-lirik saya. Saya cuma bisa nyengir. Sibulek yang mau menjodohkan langsung bilang "yi kamu mau, kalau kamu mau bulek kenalin, orangnya bla bla bla bla". Biasa bulek ku yang satu ini kalau cerita selalu menggebu-gebu. hehe Eh bulek ku satunya langsung bilang "mbak sari mau yang sholeh dan aktivis atau yang kayak itu". Jlep langsung deh nyengir "ya yang sholeh bulek untuk priyoritas, kan sholeh di nomor satukan yang lain kasih poinnya 0, lagi pula belum mikir ke arah situ". hehe langsung mbatin belum mikir atau belum ada hehe.
Ya pada prinsipnya semua itu adalah pilihan, kalau mau yang baik ya jadikan diri ini baik. Ya kayak kamu mau beli barang deh. Kalau kita punya uang seribu pasti dapet yang harga seribu, gag bisa kamu punya uang seribu dapet seratus ribu kecuali kalo ngutang. Mungkin saat ini saya belum dapet pilihan yang tepat dari Allah. Tapi endak salah jika saya mempersiapkannya dari sekarang. Biar pilihan tepat yang saya dapatkan. Memperbaiki diri dari waktu ke waktu. Dan menanti waktu yang tepat terhadap pilihan yang Allah berikan untuk saya. Karena jodoh gag di temukan di satu titik saja. So buka hati untuk mendapatkan pilihan-pilihan dari tempat yang lain. 

Sabtu, 28 Maret 2015

Ndaki

Wehh PhysioPedi ngadai acara muncak.. Sumpah dah seneng banget, saya suka kalau di ajak menjelajah alam. Ya walaupun gunungnya bukan merapi maupun merbabu, tapi di lihat dari mbah google viewnya bagus. Rencananya qta pergi hari minggu sampai senin besok. Untuk pergi kemana pun saya itu selalu bilang sama orang tua, bahkan pergi main keluar malam saya selalu laporan sama orang tua.

Alhamdulillah mereka selalu memberi izin. Dan untuk acara muncak ini saya sudah dapat izin. Dengan catatan badan saya harus sehat. Ya maklum beberapa bulan ini saya sering drop. Karena sudah dapet izin ya sudah saya mencari-cari pinjaman barang" yang buat ndaki, saya tak mempunyai itu semua. Ini merupakan muncak yang pertama di Tanah Jawa. Perisapan udah 60%. Tinggal beberapa barang saja yang belum terpinjam. hahah

Tengggg pas malemnya saya dapet telp neh dari Ibu tersayang. Ibu kawatir banget jadi kalo bisa saya ndak usah ikutan. Jengg gimana coba saya kan udah siap. Saya coba bujuk" si ibu, okay ibu nyuruh tapi saya harus naik mobil dari Solo ke Magelang, ketika udah sampe baru ndaki sama temen". Ya elah saya ndak tau jalan naik bus. Ya sudah sambil mewek bilang kalo saya ndak ikutan ndaki. Eh malah di matikan saya si ibu telpnya. Saya telp balik malah gag nyambung. Saya sudah nangis dan bilang kalo ndak jadi ikut ndaki. Eh tak lama ibu telp balik. Ibu tersayang telp sambil ketawa. Saya bingung masalahnya saya nangis. Ibu bilang saya boleh ikut.

  Ternyata ibu hanya ngetes. Dikira lagi ujian nasional. heheh. Ya ibu ingin melihat seberapa keyakinan ku terhadap Sang pemilik bumi. Okay ibu nyuruh saya naik mobil karena takut kecapekan dan perjalanan yang rame. Wajar seorang ibu akan mengawatirkan anaknya jika berpergian jauh. Tapi ibu tau bahwa dalam setiap perjalanan ada Sang Pengawas dan Sang Pelindung di alam ini. Banyak juga kok yang terjadi kecelakaan naik mobil. Pada intinya dalam hal apapun ibu berpesan untuk selalu mengingat Allah. Jangan lupakan Allah sedetik pun. Berlindunglah kepada Allah. Serahkan semuanya kepada Allah.

Ohhh okay ibu dan ayah ku tersayang. TerimaKasih atas pengizinannya untuk bisa mendaki. Haa gg kebayang gimana kalo gg jadi ndaki ahahha. Hei Gunung Andong Magelang tunggu saya dan teman-teman. Mari kita bersahabat.



Solo. Dari hujan yang memberikan kenyamanan..

Rabu, 25 Maret 2015

Perbedaan

Teringat percakapan tadi pagi yang membicarakan seseorang karena kecantikannya versi hamba Allah. Yang menurut mereka cantik itu putih, tinggi, langsing, rambut lurus, hidung mancung, dll. Ketika ada yang hitam, gemuk, gigi gag rapi, rambut ikal. Kita terkadang menertawakannya dan melihat dengan pandangan aneh. Saya pun tak mempungkiri jika saya melihat sosok yang seperti itu. Astagfirullah ampuni dosa saya ya Allah. Aamiin.

Terkadang manusia itu ingin tampil beda, ketika ada yang berbeda dari mereka, mereka menertawakan. Ketika ada yang tampil sama dengan mereka, mereka marah tidak suka. Bukan kah Allah menciptakan manusia dari bahan yang sama, bentuk berbeda itu menandakan kekuasaan Allah. Jujur ketika ada yang mengejek saya, hitam, gendut, atau pun pendek. Saya hanya bisa tersenyum dan berkata jika ingin protes jangan protes sama saya. Karena yang menciptakan saya bukan diri saya sendiri. Tanyakan kepada Allah kenapa saya di ciptakan tak seperti kamu. Lihat saja reaksinya. Pasti pada bilang "Kan saya cuma bercanda, kok kamu serius banget". Kalau seperti itu jawab aja dengan senyuman (Sinis) heheh.

Belajar untuk menerima perbedaan. Karena itu merupakan salah satu karya Maha Kuasa yang membuat alam semesta ini menjadi begitu cantik. Bayangkan deh kalo laut itu warnanya sama, rumput itu warnanya sama, dan kita semua berbentuk ukuran, warna semuanya sama. Apa gag bingung tuh. Jadikan hal ini salah satu langkah kita untuk mendekatkan diri. Menyadarkan diri bahwa Karunia Allah itu benar-benar dasyat. Jadikan mata ini, pikiran ini, hari ini, dan seluruh organ yang kita punya sebagai ladang mencari amalan menuju surga.

So jangan malu jika fisik mu tak sempurna, jika fisik mu tak seperti yang mereka katakan. Karena Allah tak pernah menilai dari sisi fisik untuk menjadikan kamu penghuni surga. Allah menilai bagaimana kamu amal ibadah mu, bagaimana rasa syukur mu, bagaimana cara mu menghargai perbedaan dalam setiap langkah kaki mu.


Senin, 16 Maret 2015

Rasa Canggung

Teman ya saya rasa setiap manusia di muka bumi ini, pasti memiliki seorang teman. Bahkan berawal dari ketidak sukaan terhadap seseorang malah menjadi teman dekat, ya bisa di katakan sebagai sahabat. Jika sahabat hanya beberapa saja, maka kalau teman harus banyak.
Setiap manusia yang di ciptakan oleh Sang Pencipta sangat berbagai kharakter. Begitulah Allah menyuruh kita untuk selalu bersyukur. Ada yang memiliki karakter teralalu jujur,  hanya pendiam,cuek bebek, sangat baik, gag enakan, dan berbagai macam lainnya.

Kita sendiri tak bisa menuntuk mereka untuk selalu menjadi baik. Karena di dalam diri ini masih sering melakukan kesalahan. Ya dalam proses berteman hianati-menghianati itu pasti ada. Tanpa kita sadari, walaupun orang tersebut sebaiknya sama kita kayak apa. Baik lah kita mencoba untuk tetap baik dan melupakan masalah yang ada. Terkadang sulit di lakukan untuk menerima keadaan dia yang seperti itu. Astagfirullah, sungguh hati kita sedang di kelilingi setan. Segera berzikir doakan yang terbaik buat dia.

Okay sebuah penghianatan, hal itu bisa terjadi karena kedua belah pihak untuk tak saling berkomunikasi. Mereka hanya bisa menjaga perasaan untuk tidak saling menyakitkan. Sungguh saya tak suka dengan pertemanan semacam itu. Bagi saya kalau suka ya suka, kalau gag ya enggak. Jangan suka tapi ternyata enggak, dan enggak ternyata suka. Sungguh pengecut sekali jika kita menjadi orang yang seperti itu. Bisa dikatakan menjadi munafik untuk diri kita sendiri. Ya Allah ampuni dosa hamba mu, jika hamba mu seperti ini. Aamiin.

Sungguh komunikasi dalam proses pertemanan persahabatan itu sangatlah penting. Terlalu menyakitkan jika apa yang kau ceritakan itu telah menghabiskan waktu yang lama, dan baru kau ceritakan. Apapun keadaan jujurlah setiap hal yang kita lakukan, ada resiko berani untuk mengambil resiko itu. Ketika berbicara dari awal dan itu menyakitkan, sungguh itu peringatan yang lebih baik. Dari pada cerita setelah semuanya akan berakhir. Dan pertemanan ini tak begitu menyulitkan. Okay dari skarang hilangkan rasa canggung mu itu, rasa tidak enak mu itu. Siapa tau teman mu ini jalan untuk membawa mu ke surganya Allah nanti.


Jumat, 13 Maret 2015

Surat Peringatan

Alhamdulillah Desember akan berakhir beberapa hari lagi. Menandakan praktek di R.S pun akan berakhir. Penutupan  praktek di R.S kali ini dengan ujian praktek sama pasien langsung dan di awasi sama 1 penguji R.S dan 1 penguji Kampus. Sumpah deg-degkan dan syoknya saya baru 2 hari berada di bangsal. Okay ujian di bangsal dan saya belum pegang pasien.. OMG mental saya harus benar-benar kuat. Terasa uji nyali di rumah hantu. Hasilnya saya hampir mengeluarkan air mata akibat kecerobohan. Ya mencoba menerima dan menjadikan pengalaman hidup.

Okay sekarang 26 Desember 2014, cerita yang nano-nano di R.S telah berakhir dengan tangisan. Pengalaman berharga dan menemukan keluarga baru yang ternilai harganya. Kini lebih fokus dengan tugas Akhir. Alhamdulillah telah selesai dan siap untuk di uji depan ketiga penguji. Untuk ujian itu sendiri masih 10 hari lagi. Biasa suka heboh sendiri kalo gag ada kegiatan.

Lagi asik-asik fc saya di telp sama sepupu dari Cirebon untuk pergi ke rumahnya. Baik saya terima permintaanya. Setelah membicarakan dengan ibu dan ayah, alhamdulillah saya di perbolehkan. Ya sejujurnya dari awal Desember sudah memikirkan mau liburan kemana, ya hanya saja waktu dan keadaan yang tidak memungkinkan.

Mencari tiket dengan sangat mendadak dan akhirnya tiket habis. Hampir saja rencana batal. Al hasil saya naik travel dengan pemesanan tiket pukul 15.00, dan 16.00 WIB saya berangat. Dengan waktu satu jam untuk packing-packing baju. Dalam perjalanan Solo-Cirebon dengan keadaan malam pergantian tahun, alhamdulillahnya tidak macet. Saya tiba pukul 2 dini hari. Setelah 3 hari di Cirebon. Sepupu saya mengajak untuk pergi ke Bandung.

Saat di Bandung saya istirahat cuma sebentar dan makan yang tak teratur. Saya hanya berada di sana selama 3 hari, untuk berkeliling menikmati suasana kota Bandung. Tiga hari setalah pulang dari  Bandung, saya harus mengikuti ujian akhir dengan 3 penguji. Alhamdulillah saya 3 malam tidak dapat tidur dengan nyenyak.


Tak berapa lama nilai hasil akhir keluar, saya merasa mampu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para penguji. Tapi kenapa saya mendapatkan nilai segini. Oh saya kecewa dengan diri saya. Semua telah terjadi saya tak mampu untuk mengubahnya. Saya mampu untuk tidak mengulanginya lagi. Setelah beberapa hari saya mendapat kabar bahwa ibu tercinta dari teman saya telah pulang.
Karena keadaan yang tidak memungkinkan saya dan teman untuk pergi layat ke esok harinya. Sipp setelah layat badan ku yang dari pagi sudah tak enak. Kini badan ini mulai panas, sudah 3 hari berturut-turut saya kehujanan dan makan yang tak teratur. Saya di antar mbk kost untuk berobat. Setelah 4 hari semuanya terlihat baik-baik. Saya mampu melakukan aktifitas seperti biasanya. Berpergian Solo- Klaten, Klaten -Solo. Sorenya setelah melakukan kegiatan tiba-tiba panas dan muntah muntah. Saya telp ibu saya, bahwa saya sudah tidak kuat. Lagi pula di kost tak ada orang di sini, karena musim liburan. Akhirnya ibu menyetujui untuk pulang ke Bengkulu.

Dalam perjalanan sambil menikmati pemandangan di atas awan. Saya hanya termenung mungkin nilai jelek, saya sakit, dan muntah-muntah itu suatu peringatan. Saya menikmati liburan dan perjalanan menjelajah kota Jogja -Solo. Tapi saya melalaikan solat malam saya, puasa daud, dan kesehatan saya. Ya ALLAH maafkan hamba mu ini, yang belum mampu untuk istiqomah. Ya Allah padahal tak ada satu nikmat Mu, yang tak dapat ku dustakan. Ya Allah ak mohon maafkan aku. Dan Terima Kasih Ya Allah atas peringatan-peringatan yang telah Engkau berikan. Semoga dengan kejadian itu, membuat saya sadar bahwa Engkau sangat mencintai ku.

Sabtu, 07 Maret 2015

Usam

Saya mencoba untuk berhenti di bangunan sederhana setelah lama menelusuri kota ini.. Mencoba untuk menemukan hal-hal yang baru dalam hidup ini. Ternyata semua itu sangat melelahkan. Tapi saya menyukai setiap perjalanan. Apalagi perjalanan yang berbau alam.. Bagi saya hal itu salah satu dapat meninggkatkan rasa syukur atas karya Sang Maha Kuasa.

Sambil menunggu lelah ini berkurang, ternyata jam menunjukan untuk segera melakukan shalat ashar karena waktu sudah mepet. Ya akibat belum terlalu paham dengan area yang di kunjungi jadi qta kesusahan untuk mencari masjid. Setelah melakukan shalat berjamaah. Qta beristirahat karena masih terlalu capek dan harus melanjutkan perjalanan yang sangat panjang. Biasanya saya dan teman-teman saya suka melakukan perjalanan dengan mengendarai motor. Karena dapat berinteraksi sama alam.

Saat duduk sambil menikmati makanan yang qta bawak. Saya nyeloteh "Eh rumah penduduk sini bagus-bagus ya, tapi sayang..." , ada salah satu temen saya nyawur " iya kenapa emangnya.." saya :" itu loh kok sajadah sama mukenahnya jelek banget.. padahal kan rumah bagus-bagus kayak gitu.."..
Ya beitulah kenyataannya, saya melihat dimana lingkungan masjid terlihat rumah-rumah yang sangat berkecukupan, tapi sayangnya di mana masjid yang seharusnya menjadi tempat ibadah, malah sangat-sangat kusam dan terbilang jelek. Ya disitu saya merasa sedih.. hihi

Banyak manusia yang telah menjauh dari urusan-urusan agama. Mereka terlalu memikirkan urursan pribadi. Kita sebagai pemuda penerus bangsa ini. Sebagai pencetak generasi-generasi yang akan datang. Belajar untuk mementingkan urursan agama terlebih dahulu. Berani untuk memperjuangkan agama. Belajar sedikit demi sedikit. Saya yakin kita semua mampu untuk menjadi prajurit-prajurit Allah. Agar agama ini tak usam..


Bantul, 8 Maret 2015

Kamis, 05 Maret 2015

Kebutuhan Khusus

Memasukin bulan kedua untuk menjalankan praktek klinik selama 6 bulan. Hal ini merupakan salah satu persyaratan untuk wisuda dalam jurusan  yang saya ambil. Jurusan yang saya ambil adalah fisioterapi, dimana yang bulan kedua ini saya di tempatkan di Yayasan Anak-anak Kebutuhan Khusus. Senengnya praktek di sini itu pulang cepet dan hari sabtu libur, yeeah seenggaknya ada waktu untuk ngerjain tugas, ya kalau gag tidur siang (sunah rasull heheh)

Wauw untuk kesan pertama, saya dan dua teman saya hanya syok melihat tingkah mereka yang tak seperti kebanyakan orang lain. Ya maklum belum terlalu sering untuk berinteraksi kepada mereka anak-anak yang berkebutuhan khusus. Bisa dibilang hampir prustasi dengan keadaan ini. Mereka yang anak panti asuhan tanpa ada campur tangan orang tua, pastinya untuk perawatan diri ya begitulah, beda dengan anak-anak kebutuhan khusus yang orang tuanya ikut terjun langsung dalam merawat anaknya.

Minggu pertama begitu sulit untuk menjalankan bahkan saya dan teman saya tak begitu bersemangat untuk makan. Ya aroma dan tingkah mereka membuat nafsu untuk makan berkurang. Tapi seiring waktu berjalan. Setiap pagi menyapa mereka, melihat kegiatan mereka, bergabung dengan mereka. Subbahanllah ternyata mereka adalah anak-anak yang luar biasa, anak-anak yang hebat, selalu tersenyum, selalu bahagia, tanpa ada kerisuan didalam hati mereka, mereka tak pernah mengeluh, tak ada air mata penyesalan yang keluar dari mata mereka, tak ada kebencian dari diri mereka, mereka bisa berteman kepada siapapun dan mereka mampu menghasilkan suatu karya yang membanggakan. Disitu saya mereasa malu terhadap diri saya sendiri. Terdakang masih belum bisa menerima keadaan. Astagfirullah..Ampuni hamba ya Allah.
Bahkan ketika kita datang mereka selalu menyambut dengan rasa bahagia. Membantu kita tanpa ada embel-embel di belakangnya.Saya dan teman-teman sempat diajarkan bagaimana menggunakan bahasa isyarat.
Setiap hari jam 8 kita harus sudah sampai di klinik sebelum bermain bersama mereka, biasanya kita melakukan terapi dahulu. Baru selesai terapi kita bermain-main bersama mereka. Khusus hari rabu dan jumat kita berkeliling area sekitar panti.. Bersabar ketika menuntun mereka untuk berjalan, menanyakan kegiatan mereka, dan ada beberapa dari mereka mampu untuk melakukan kegiatan sehari-hari.
Sambil berjalan bercerita tentang keseharian mereka saya berfikir apakah mereka menindukan orang tua mereka, apakah jika ketemu dengan orang tua mereka akan marah, suatu pertanyaan yang tak akan terlontar dari mulut saya ini. Sambil berbisik dalam hati sungguh orang tua mereka sangat kejam, orang tua mereka tega sekali melakukan hal ini, menelantarkan mereka tanpa memberi pertanggung jawaban. Hei orang tua yang memiliki anak-anak hebat ini, adakah kerinduan dihati kalian, adakah penyesalan karena kalian telah menelantarkan mereka, mengapa kalian tak mencari mereka. Bukankah Allah telah berfirman "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat-Ku kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim [14]:7). Mengapa orang tua yang memiliki anak-anak dengan kebutuhan khusus harus di telantari, harus di sia-siakan. Sesungguhnya mereka adalah ladang untuk mencari pahala, mencari ridhonya Allah..
 Saya berdoa semoga orang tua mereka sadar atas perbuatannya, bertaubat di jalan lurus Allah. Untuk anak-anak hebat terima kasih atas pelajaran hidup selama satu bulan ini, saya bangga terhadap kalian.. Saya akan merindukan tingkah konyol kalian, suatu saat nanti saya akan datang dan saat itu cita-cita saya menjadi fisioterapi anak telah saya kantongin..

Peluk hangat dan kecup sayang dari saya..
Solo, 6 Maret 2015


Rabu, 04 Maret 2015

Lakukan Cara yang Terbaik

Setiap manusia merasakan jatuh cinta terdahap orang lain, wanita terhadap seorang pria, seorang pria terhadap wanita.. Itu hal yang wajar.. Asalkan mampu untuk memposisikan diri terhadap rasa itu.. banyak sekarang remaja bahkan seorang di usia matang galau, resah karena belum mendaptkan pasangan. Apalagi kini bagi beberapa orang menikah muda adalah suatu keputusan yang harus di ambil... emmmm sayang nya saya belum ada yang ngelamar.. Caba aja ngelamar mungkin bisa dipertimbangkan asalkan memiliki tangung jawab terhadap agamanya.. 
 Dari jaman SMA ketika teman-teman menutuskan untuk melakukan hub spesial.. Saya hanya bisa menjadi pendengar kita mereka membutuhkan masukakan.. Bahkan ada orang tua yang sedih karena anaknya yang belum memiliki pacar.. Kalau saya selalu di takuti bayangan ibu yang tak pernah bosan untuk mengingatkan untuk tak melakukan hal itu... Endingnya saya putuskan untuk berteman kepada siapapun tanpa batas. Dan saat kilang kuliah pun saya bisa dibilang yang jomblo di antara teman-teman walaupun ada beberapa yang mengikuti jejak saya.. heheh Ada juga yang akan melangsungkan pernikahan... Beberapa temen yang takut atas ke jomblonan itu.. Entahlah apa sebab tak tau pasti saya... Jika takut sendiri.. saya sendiri tapi saya masih mampu bertahan hidup, ya karena saya memaksimalkan untuk menicintai keluarga besar saya, tak pernah habis rasa sayang dan cinta mereka, dan mereka selalu memberiku doa tanpa lelah.... Takut pergi-pergi tak ada temen, Alhamdulillah saya selalu pergi bersama teman-teman dan  keluarga besar tanpa harus ada yang marah dengan ketidak jelasan.. Malah qta saya pergi bersama keluarga, saat pulang malah di kasih tambahan buat jajan.. Alhamdulillah rezeki anak soleh.. heheh... Saya merasa lebih bebas.. lebih bisa berekspresi terhadap perjalanan saya.. Saya tak perlu memikirkan percecokan-percecokan yang seharusnya terjadi pada diri ini...ketika hub mereka berakhir hanya air mata dan penyesalan yang keluar.. behh gag inget tuh masa" dimana yang lain di agep ngontrak... Makanya ketika cinta itu belum pasti jangan terlalu diberi kepastian.. Nah kalau begini siapa yang rugi.. 
Ketika saya menuliskan ini jangan anggap saya seorang yang tak pernah merasakan jatuh cinta.. Saya pernah meraskannya dan menurut saya itu menyakitkan.. Sekarang saya lebih memutuskan untuk jatuh cinta pada Sang Pemilik Cinta di Alam semesta ini...  Dan belajar mencintai seperti putri Rasul yaitu Fatimah kepada Ali.. Cerita cinta seperti itu yang saya inginkan..
Ketika untuk menginkan suatu pernikahan namun belum yang datang ya mungkin kita belum pantas untuk menikah, mental, sikap, sifat, agama, pendirian yang masih lemah.. Begini ketika kita ingin mendapatkan sekolah yang luar biasa bagus, ya bisa dibilang favorit qta harus belajar dengan rajin, dpt nilai yang bagus, berdoa sama Allah, tak pernah putus asa.. ya bigitulah suatu pernikahan harus punya modal yang kuat ya minimal agama dan mental... dewasakan diri dewasakan hati dan pikiran.. untuk mendapatkan yang baik.. mendapatkan pasangan yang selalu menuntun qta untuk tetap dijalan Allah, menambah qta untuk mencintai Allah,,, jika saat ini belum ada maka maksimalkan diri kita untuk mencintai keluarga kita dahulu.. Allah selalu memberi yang terbaik buat hamba-hamba yang selalu bersabar dan berdoa.. Saya yakin itu.... Bismillah dengan cara yang baik kita akan mendapatkan pasangan hati yang baik juga.. dan berprasangkalah yang baik terhadap Allah..



Semangat Mencari Pasangan hati ya teman-teman..
Jangan mudah menyerah..
Kita harus ciptakan generasi penerus yang memiliki ketakwaan dan keimanan yang kuat untuk membuat negara ini terus maju..
#salam OWOP