Tak seperti biasanya hari ini saya menggunakan bis untuk perjalanan dari rumah ke kampus. Biasanya saya mengendarai motor waktu yang di tempuh hanya 45 menit saja. Berangakat pagi agar tak telat sampai kampus itu adalah pilihan. Untuk perdana selama 4 tahun kuliah naik bis klaten solo itu adalah hal yang meneganggakan. Takut ini itu banyak lah. Untung saja saya mendapatkan tempat duduk paling depan. Setidaknya jika keleaatan bisa langsung teriak kekernetnya.. hihi
Tak jauh berbeda dengan bis yang lainnya berhenti untuk menaiki dan menurunkan penumpang. Asap rokok dari orang-orang yang egois, suara musik dan nyanyian dari para pengamen dan penawaran barang dagangan dari pedagang asongan. Dengan bis saya mampu melihat pemandangan yang tidak bisa saya nikmati ketika perjalanan ini dilakukan dengan bermotoria..
Pemandangan dimana saya mampu melihat gedung-gedung mewah itu berjejer dan berdiri dengan kokoh, berdiri dengan angkuhnya, seakan tak memperdulikan keadaan disekitarnya. Mungkin karena berdiri terlalu tinggi hingga tak mampu melihat keadaan sekitarnya. Gedung-gedung itu melihat sombong untuk jarak pandang yang jauh. Ha saya pikir betapa egoisnya mereka. Mereka tak melihat kiri kanan daerah sekeliling mereka. Banyak bangunan kecil seakan mintak perlindungan ketika panas karena pohon yang selama ini menjadi penyejuk telah menjelma menjadi gedung tinggi yang sombong, dan ketika hujan pohon itu menjadi penyerap air yang baik. Kini sudah mereka rampas mereka tambah jika ada hujan air mengenang rumah kecil-kecil itu.
Tak jauh dari gedung itu ada tanah kosong yang sudah ditutupi dengan seng. Padahal itu dulu adalah pemukiman warga. Haaa mau diapakan tempat itu. Buat bangunan kokoh lagi. Kalian bayar berapa sehingga semua warga disana pindah. Sungguh hawa nafsu kalian terhadap bangunan sombong itu terlalu tinggi. Kalian hanya mampu memikirkan kekosongan terhadap diri kalian sendiri. Tanpa mempertimbangkan makhluk yang lain. Dengan sesama manusia saja kalian tega memperlakukan seperti itu apa lagi dengan alam. Seakan tak ada takutnya. Padahal dengan banguan itu banyak efeknya.
Entah lah kota ini akan menjadi indah dengan bangunan yang berdiri dengan sombongnya atau pohon-pohon yang rindang. Kita lihat saja berberpatahun yang akan datang apakah bangunan sombong itu atau pohon yang mampu menyelamatkan alam ini..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar