Selasa, 12 Mei 2015

Fighting..

Setiap manusia memiliki proses yang berbeda-beda menuju ketaatannya terhadap ajaran yang ada di dalam Al-Quran dan As- Sunnah. Cepat lambat mereka akan merasakan bagaimana rasa nyaman dan aman  ketika hati, jiwa dan raga semuanya meminta kekuatan dari Sang Pencipta.
Dan ketika proses hijrah itu sendiri seperti bayi yang baru belajar untuk berjalan. Kita tak mungkin langsung ke tahap berjalan. Kita perlahan tengkurap, duduk, merangkak, merambat dan akhirnya mampu untuk berjalan dan berlari tanpa ada rasa takut. Ketika kita mencoba untuk memutuskan berhijab dan siap perjalanan waktu untuk terus bertambah mengulurkan jilbab yang menjadi kebanggaan bagi seorang wanita muslim. Walaupun sulit dan penuh dengan perjuangan untuk setiap proses hijrah. Dan ingatlah jika kita menolong agama Allah maka Allah akan menolong kita. Maka tak perlu rasa takut di hati jika kita menambah beberapa centi di setiap jilbab kita.
Yakinlah Allah ada untuk hamba-hambanya dan akan selalu ada.
Wanita cantik bukan wanita yang menggunakan makeup di seluruh wajahnya, wanita cantik yaitu yang berani mengulurkan jilbabnya. 

#Yuk Berhijab #LuvAlila #Semangat #berjilbab.

Selasa, 05 Mei 2015

2Sisi

Manusia yang lahir di muka bumi ini pasti akan mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Walaupun tumbuh dan berkembangnya ada yang cepat dan ada yang lambat, tetapi proses yang di lewati tetap sama. Sama-sama berasal dari sel sperma dan sel ovum yang akan menjadi janin, bayi, balita, anak, remaja , dewasa dan tua. Kita semua akan melewati semua fase-fase itu. Mau tidak mau itu akan menjadi suatu kewajiban.

Dimana waktu akan membuat kita berfikir untuk terus melangkah kedepan dan mengambil pelajaran dari hal yang telah terlewati. Dari waktu ke waktu yang terus berjalan tanpa henti. Kita yang telah diberikan akal fikir oleh Sang Pencipta, untuk memilih apakah pilihan-pilihan saya itu membuat saya menjadi seseorang yang berguna untk di masa akan datang. Dan disetiap pilihan-pilihan itu. Kita harus berani mengambil resiko baik dari sisi negatif sampai sisi positif. Jangan sampai pilihan kita yang berujung kenegatif berdampak keorang lain. Ambilah resiko yang berdampak positif. Bukankah Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat rugi.

Kenapa perbuatan merugi itu menjadi pilihan dalam proses perjalanan hidup ini. Apa kita tidak merasa malu jika pilihan-pilihan itu berdampak negatif. Sebagai seorang anak kuliah, seharusnya mampu untuk memilih pilihan  yang berdampak positif.

Ayok teman-teman berlahan tapi pasti. Mari kita ubah diri ini untuk mencetak generasi-generasi yang mampu membawa bangsa dan negara ini menjadi lebih baik. Dengan cara yang baik pula.
Mari kita tinggalkan hal-hal yang sekiranya sangat merugikan diri sendiri dan orang lain.
Mari bersatu untuk maju. Niatkan dalam diri bahwa hari ini akan menjadi lebih baik dari hari
kemarin.


Salam dari Sang Fajar.
Solo, 6 Mei 2015

Minggu, 03 Mei 2015

Ya ini..

Saya setiap pulang ke Bengkulu pasti temu kangen bersama teman-teman SMA. Ya walaupun tak lengkap cukup untuk mengingat masa lalu yang konyol, yang tak akan pernah terulang kembali. Kalau SMA dulu kita selalu ada acara nginep di rumah siapa. Dan saya belum penah nginep di rumah temen saya namanya Lia. Ya karena jauhh binggo.. :D
Tak taerasa ini tahun keempat kita sebagai mahasiswa. Teman-teman ku masih yang dulu. Tapi dengan bertambahnya usia mereka, mereka terlihat dewasa dengan style menggunakan wedges, make up yang sedikit mencolok, pakaian yang modis dan terlihat wanita dewasa. Bagi saya itu wajar setiap orang akan mengalami perubahan dalam dirinya masih-masing. Hanya saja yang tak wajar jika perubahan itu sebagai patokan bila dia sudah dewasa.
Suatu ketika ketika mereka ke rumah. Ibu ku yang cantik jelita bilang "Kamu ini kayak anak kecil, lihat tuh temen-temen mu udah dewasa". Maklum ibu berbicara seperti itu karena style saya hanya baju gamis, jilbab segi empat biasa, tas kecil, pakek beberapa gelang, menggunakan sepatu cats dan pakek kaca mata pula.
Dengan santai saya memberikan penjelasan. Untuk melihat karakter orang dia dewasa atau anak-anak tidak dapat dilihat dari penampilan. Untuk apa bersikap dewasa jika pemikiran tak mampu untuk bersikap dewasa. Dan penampilan anak-anak belum tentu dia tak bisa bersikap dewasa. Itu hanya penampilan saja. Bagaimana seseorang nyaman dengan gayanya saya. Setiap orang berhak dengan gayanya masih-masih tapi sesuai porsinya. Asalkan dia mampu untuk menjadi dewasa. Dan penampilan hanyalah penunjang untuk seseorang menilai pertama. Bukan patokan apakah dia dewasa atau tidak.
Emm kalau saya berfikir sederhana saja. Kalau saya pakek wedjes dan akan terbiasa menggunakan wedjes nanti pas saya punya anak kasihan, soalnya kalo jalan aja udah susah bawak anak. Eh pas dijalan ada batu gimana coba apa gag ribet baget tuh. Kan kalau pakek sepatu pas hujan dan kaos kaki basah gag ribet gimana caranya nutupin kaki karena gag pakek kaos kaki hihi. Dan saya gag akan bisa jalan dengan jauh dan traveling sesuka saya.
Terus jilbabnya yang lilit-lilit suka sih. Tapi apa gag sumuk kayak gitu. Eh pas pergi jauh trs mau sholat sibuk benerin jilbabnya. Kalo lagi gag solat mah santai. Ya nanti kalo udah keluarga gelang-gelangnya gag tak pakek kok. Hehehe kalo gg khilaf.
Heheh ini style saya, style di Usia yang hampir 22 thn. Dan ini bukan masalah bagi saya karena saya nyaman dan safety bagi saya.. :D

 

Semarang


Semarang dulu adalah salah satu kota yang ingin sekali saya kunjungi..
Dan sekarang Semarang adalah akan menjadi sejarah bagi saya.
Ya tepat tgl 1 Mei 2015  saya dan dua orang teman mengunjungi kota itu.
Rencananya saya memutuskan untuk pergi sendiri mengunjungi sahabat yang datang jauh dari Bengkulu. Saya menceritakan niat untuk ke Semarang kepada 2 teman yang di Solo. Alhasil mereka mau ikut dengan catatan pergi hari Jumat. Sipp saya setuju dengan usulan itu.
Dan diantara kita bertiga gag ada yang tau jalan Semarang. Binggun mau naik apa, mau turun di mana, terus mau kemana. Allhamdulillahnya saya ada kenalan orang Semarang ya sudah dia menjadi petunujuk pertama dalam perjalanan ini walaupun lewat BBM dan petunjuk kedua yaitu map.

Siip perjalanan Solo Semarang di mulai dari jam 04.45 itu rencana keberangkatan dari kost menuju stasiun. Namun gagal temen saya satunya telat jadi berangkat jam 05.00, alhamdulillah masih pagi jadi kost stasiun di tempuh dengan waktu 7 menit. Dengan langkah yang gesit dan cepat si Hilme membeli carcis dan saya dan Almas parkir motor yang rapi. Waw keretanya udah dateng alhamdulillah gg ketinggalan kereta. Tepat jam 05.15 kereta siap menuju Semarang. Kota yang belum sama sekali saya kunjungi. Entah kenapa tak ada rasa takut untuk menjelajah kota itu. Kita tiba di Semarang set 09.00. Cuss makan sambil nunggu temen yang di Semarang. Maaf ya dia juga gg tau jalan. :D

Jam 10.00 si Lia baru datang maklum macet ada demo buruh. Well tak masalah mari kita berpetualang. Krik...krikk... ini mau kemana kita.. haha nasib ajak orang travelling tpi gg tau jalan.
Akhirnya saya tanya temen yang asli Semarang dan dia menjelaskan semuanya. Okay kita naik angkot orange untuk meluncur menuju kota tua. Alhamdulillah sampe. Kamera siap dan foto-foto sana sini dengan gaya yang berbeda-beda. Satu yang berkesaan yaitu selfi diatara orang demo.
Bagi saya itu hal wajar. Setiap orang berhak melakukan aksi fotonya dimana saja. Asalkan tidak mengganggu orang lain saja.
Tolong ini bukan Alay atau Lebay. Kita hanya ingin mgabadikan moment ini. :D