Teringat beberapa tahun yang lalu, sekitar tahun 2007.
Ketika saya belum menggunakan hijab, saya dan ibu pergi ke toko baju, pada saat itu saya ingin sekali celana di atas lutut dengan motif sobek-sobek.
Dengan bijaksananya ibu saya mempersilahkan saya membelinya, namun ketika saya menggunakan celana itu, ibu tak ingin melihat saya. Sungguh bagi saya itu hal yang percuma, lebih baik saya tak usah membelinya. Saya lebih baik memendam rasa untuk tidak membeli celana itu.
Tahun telah berganti, saya bukan lagi seorang anak yang sedang duduk dibangku SMP, saya sudah menjadi mahasiswa semester akhir. Saya mengerti mengapa saat itu ibu tak membelikan celana pilihan saya. Bukan berarti ibu tak mempunyai uang untuk membeli celana itu. Namun dilihat dari sisi mudharatnya lebih banyak dari pada manfaatnya.Ya walaupun saya bukan dari keluarga yang berlatar belakang pesantren namun ibu ayah selalu mendidik saya dengan nilai-nilai agama. Saya sadar jika celana itu benar terbeli maka akan membuat suatu penyesalan di masa saat ini.
Bertahab untuk selalu berhijrah walaupun sangat sulit area yang ditujuh. Saya yakin Allah selalu membantu. Ya saya belum mampu seperti mereka yang mengulurkan jilbabnya, belum mampu untuk tidak berkomunikasi dengan orang-orang yang bukan mukrimnya, belum mampu untuk menjaga lisan, pandangan dan visual. Tapi saya dengan melangkahkan kaki satu demi satu untuk menjadi semua ini lebih baik. InsyaAllah Allah lah yang membantu saya dalam semua proses ini..
#inilah saya saat ini yang masih dengan segala kekurangannya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar