Sabtu, 28 Maret 2015

Ndaki

Wehh PhysioPedi ngadai acara muncak.. Sumpah dah seneng banget, saya suka kalau di ajak menjelajah alam. Ya walaupun gunungnya bukan merapi maupun merbabu, tapi di lihat dari mbah google viewnya bagus. Rencananya qta pergi hari minggu sampai senin besok. Untuk pergi kemana pun saya itu selalu bilang sama orang tua, bahkan pergi main keluar malam saya selalu laporan sama orang tua.

Alhamdulillah mereka selalu memberi izin. Dan untuk acara muncak ini saya sudah dapat izin. Dengan catatan badan saya harus sehat. Ya maklum beberapa bulan ini saya sering drop. Karena sudah dapet izin ya sudah saya mencari-cari pinjaman barang" yang buat ndaki, saya tak mempunyai itu semua. Ini merupakan muncak yang pertama di Tanah Jawa. Perisapan udah 60%. Tinggal beberapa barang saja yang belum terpinjam. hahah

Tengggg pas malemnya saya dapet telp neh dari Ibu tersayang. Ibu kawatir banget jadi kalo bisa saya ndak usah ikutan. Jengg gimana coba saya kan udah siap. Saya coba bujuk" si ibu, okay ibu nyuruh tapi saya harus naik mobil dari Solo ke Magelang, ketika udah sampe baru ndaki sama temen". Ya elah saya ndak tau jalan naik bus. Ya sudah sambil mewek bilang kalo saya ndak ikutan ndaki. Eh malah di matikan saya si ibu telpnya. Saya telp balik malah gag nyambung. Saya sudah nangis dan bilang kalo ndak jadi ikut ndaki. Eh tak lama ibu telp balik. Ibu tersayang telp sambil ketawa. Saya bingung masalahnya saya nangis. Ibu bilang saya boleh ikut.

  Ternyata ibu hanya ngetes. Dikira lagi ujian nasional. heheh. Ya ibu ingin melihat seberapa keyakinan ku terhadap Sang pemilik bumi. Okay ibu nyuruh saya naik mobil karena takut kecapekan dan perjalanan yang rame. Wajar seorang ibu akan mengawatirkan anaknya jika berpergian jauh. Tapi ibu tau bahwa dalam setiap perjalanan ada Sang Pengawas dan Sang Pelindung di alam ini. Banyak juga kok yang terjadi kecelakaan naik mobil. Pada intinya dalam hal apapun ibu berpesan untuk selalu mengingat Allah. Jangan lupakan Allah sedetik pun. Berlindunglah kepada Allah. Serahkan semuanya kepada Allah.

Ohhh okay ibu dan ayah ku tersayang. TerimaKasih atas pengizinannya untuk bisa mendaki. Haa gg kebayang gimana kalo gg jadi ndaki ahahha. Hei Gunung Andong Magelang tunggu saya dan teman-teman. Mari kita bersahabat.



Solo. Dari hujan yang memberikan kenyamanan..

Rabu, 25 Maret 2015

Perbedaan

Teringat percakapan tadi pagi yang membicarakan seseorang karena kecantikannya versi hamba Allah. Yang menurut mereka cantik itu putih, tinggi, langsing, rambut lurus, hidung mancung, dll. Ketika ada yang hitam, gemuk, gigi gag rapi, rambut ikal. Kita terkadang menertawakannya dan melihat dengan pandangan aneh. Saya pun tak mempungkiri jika saya melihat sosok yang seperti itu. Astagfirullah ampuni dosa saya ya Allah. Aamiin.

Terkadang manusia itu ingin tampil beda, ketika ada yang berbeda dari mereka, mereka menertawakan. Ketika ada yang tampil sama dengan mereka, mereka marah tidak suka. Bukan kah Allah menciptakan manusia dari bahan yang sama, bentuk berbeda itu menandakan kekuasaan Allah. Jujur ketika ada yang mengejek saya, hitam, gendut, atau pun pendek. Saya hanya bisa tersenyum dan berkata jika ingin protes jangan protes sama saya. Karena yang menciptakan saya bukan diri saya sendiri. Tanyakan kepada Allah kenapa saya di ciptakan tak seperti kamu. Lihat saja reaksinya. Pasti pada bilang "Kan saya cuma bercanda, kok kamu serius banget". Kalau seperti itu jawab aja dengan senyuman (Sinis) heheh.

Belajar untuk menerima perbedaan. Karena itu merupakan salah satu karya Maha Kuasa yang membuat alam semesta ini menjadi begitu cantik. Bayangkan deh kalo laut itu warnanya sama, rumput itu warnanya sama, dan kita semua berbentuk ukuran, warna semuanya sama. Apa gag bingung tuh. Jadikan hal ini salah satu langkah kita untuk mendekatkan diri. Menyadarkan diri bahwa Karunia Allah itu benar-benar dasyat. Jadikan mata ini, pikiran ini, hari ini, dan seluruh organ yang kita punya sebagai ladang mencari amalan menuju surga.

So jangan malu jika fisik mu tak sempurna, jika fisik mu tak seperti yang mereka katakan. Karena Allah tak pernah menilai dari sisi fisik untuk menjadikan kamu penghuni surga. Allah menilai bagaimana kamu amal ibadah mu, bagaimana rasa syukur mu, bagaimana cara mu menghargai perbedaan dalam setiap langkah kaki mu.


Senin, 16 Maret 2015

Rasa Canggung

Teman ya saya rasa setiap manusia di muka bumi ini, pasti memiliki seorang teman. Bahkan berawal dari ketidak sukaan terhadap seseorang malah menjadi teman dekat, ya bisa di katakan sebagai sahabat. Jika sahabat hanya beberapa saja, maka kalau teman harus banyak.
Setiap manusia yang di ciptakan oleh Sang Pencipta sangat berbagai kharakter. Begitulah Allah menyuruh kita untuk selalu bersyukur. Ada yang memiliki karakter teralalu jujur,  hanya pendiam,cuek bebek, sangat baik, gag enakan, dan berbagai macam lainnya.

Kita sendiri tak bisa menuntuk mereka untuk selalu menjadi baik. Karena di dalam diri ini masih sering melakukan kesalahan. Ya dalam proses berteman hianati-menghianati itu pasti ada. Tanpa kita sadari, walaupun orang tersebut sebaiknya sama kita kayak apa. Baik lah kita mencoba untuk tetap baik dan melupakan masalah yang ada. Terkadang sulit di lakukan untuk menerima keadaan dia yang seperti itu. Astagfirullah, sungguh hati kita sedang di kelilingi setan. Segera berzikir doakan yang terbaik buat dia.

Okay sebuah penghianatan, hal itu bisa terjadi karena kedua belah pihak untuk tak saling berkomunikasi. Mereka hanya bisa menjaga perasaan untuk tidak saling menyakitkan. Sungguh saya tak suka dengan pertemanan semacam itu. Bagi saya kalau suka ya suka, kalau gag ya enggak. Jangan suka tapi ternyata enggak, dan enggak ternyata suka. Sungguh pengecut sekali jika kita menjadi orang yang seperti itu. Bisa dikatakan menjadi munafik untuk diri kita sendiri. Ya Allah ampuni dosa hamba mu, jika hamba mu seperti ini. Aamiin.

Sungguh komunikasi dalam proses pertemanan persahabatan itu sangatlah penting. Terlalu menyakitkan jika apa yang kau ceritakan itu telah menghabiskan waktu yang lama, dan baru kau ceritakan. Apapun keadaan jujurlah setiap hal yang kita lakukan, ada resiko berani untuk mengambil resiko itu. Ketika berbicara dari awal dan itu menyakitkan, sungguh itu peringatan yang lebih baik. Dari pada cerita setelah semuanya akan berakhir. Dan pertemanan ini tak begitu menyulitkan. Okay dari skarang hilangkan rasa canggung mu itu, rasa tidak enak mu itu. Siapa tau teman mu ini jalan untuk membawa mu ke surganya Allah nanti.


Jumat, 13 Maret 2015

Surat Peringatan

Alhamdulillah Desember akan berakhir beberapa hari lagi. Menandakan praktek di R.S pun akan berakhir. Penutupan  praktek di R.S kali ini dengan ujian praktek sama pasien langsung dan di awasi sama 1 penguji R.S dan 1 penguji Kampus. Sumpah deg-degkan dan syoknya saya baru 2 hari berada di bangsal. Okay ujian di bangsal dan saya belum pegang pasien.. OMG mental saya harus benar-benar kuat. Terasa uji nyali di rumah hantu. Hasilnya saya hampir mengeluarkan air mata akibat kecerobohan. Ya mencoba menerima dan menjadikan pengalaman hidup.

Okay sekarang 26 Desember 2014, cerita yang nano-nano di R.S telah berakhir dengan tangisan. Pengalaman berharga dan menemukan keluarga baru yang ternilai harganya. Kini lebih fokus dengan tugas Akhir. Alhamdulillah telah selesai dan siap untuk di uji depan ketiga penguji. Untuk ujian itu sendiri masih 10 hari lagi. Biasa suka heboh sendiri kalo gag ada kegiatan.

Lagi asik-asik fc saya di telp sama sepupu dari Cirebon untuk pergi ke rumahnya. Baik saya terima permintaanya. Setelah membicarakan dengan ibu dan ayah, alhamdulillah saya di perbolehkan. Ya sejujurnya dari awal Desember sudah memikirkan mau liburan kemana, ya hanya saja waktu dan keadaan yang tidak memungkinkan.

Mencari tiket dengan sangat mendadak dan akhirnya tiket habis. Hampir saja rencana batal. Al hasil saya naik travel dengan pemesanan tiket pukul 15.00, dan 16.00 WIB saya berangat. Dengan waktu satu jam untuk packing-packing baju. Dalam perjalanan Solo-Cirebon dengan keadaan malam pergantian tahun, alhamdulillahnya tidak macet. Saya tiba pukul 2 dini hari. Setelah 3 hari di Cirebon. Sepupu saya mengajak untuk pergi ke Bandung.

Saat di Bandung saya istirahat cuma sebentar dan makan yang tak teratur. Saya hanya berada di sana selama 3 hari, untuk berkeliling menikmati suasana kota Bandung. Tiga hari setalah pulang dari  Bandung, saya harus mengikuti ujian akhir dengan 3 penguji. Alhamdulillah saya 3 malam tidak dapat tidur dengan nyenyak.


Tak berapa lama nilai hasil akhir keluar, saya merasa mampu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para penguji. Tapi kenapa saya mendapatkan nilai segini. Oh saya kecewa dengan diri saya. Semua telah terjadi saya tak mampu untuk mengubahnya. Saya mampu untuk tidak mengulanginya lagi. Setelah beberapa hari saya mendapat kabar bahwa ibu tercinta dari teman saya telah pulang.
Karena keadaan yang tidak memungkinkan saya dan teman untuk pergi layat ke esok harinya. Sipp setelah layat badan ku yang dari pagi sudah tak enak. Kini badan ini mulai panas, sudah 3 hari berturut-turut saya kehujanan dan makan yang tak teratur. Saya di antar mbk kost untuk berobat. Setelah 4 hari semuanya terlihat baik-baik. Saya mampu melakukan aktifitas seperti biasanya. Berpergian Solo- Klaten, Klaten -Solo. Sorenya setelah melakukan kegiatan tiba-tiba panas dan muntah muntah. Saya telp ibu saya, bahwa saya sudah tidak kuat. Lagi pula di kost tak ada orang di sini, karena musim liburan. Akhirnya ibu menyetujui untuk pulang ke Bengkulu.

Dalam perjalanan sambil menikmati pemandangan di atas awan. Saya hanya termenung mungkin nilai jelek, saya sakit, dan muntah-muntah itu suatu peringatan. Saya menikmati liburan dan perjalanan menjelajah kota Jogja -Solo. Tapi saya melalaikan solat malam saya, puasa daud, dan kesehatan saya. Ya ALLAH maafkan hamba mu ini, yang belum mampu untuk istiqomah. Ya Allah padahal tak ada satu nikmat Mu, yang tak dapat ku dustakan. Ya Allah ak mohon maafkan aku. Dan Terima Kasih Ya Allah atas peringatan-peringatan yang telah Engkau berikan. Semoga dengan kejadian itu, membuat saya sadar bahwa Engkau sangat mencintai ku.

Sabtu, 07 Maret 2015

Usam

Saya mencoba untuk berhenti di bangunan sederhana setelah lama menelusuri kota ini.. Mencoba untuk menemukan hal-hal yang baru dalam hidup ini. Ternyata semua itu sangat melelahkan. Tapi saya menyukai setiap perjalanan. Apalagi perjalanan yang berbau alam.. Bagi saya hal itu salah satu dapat meninggkatkan rasa syukur atas karya Sang Maha Kuasa.

Sambil menunggu lelah ini berkurang, ternyata jam menunjukan untuk segera melakukan shalat ashar karena waktu sudah mepet. Ya akibat belum terlalu paham dengan area yang di kunjungi jadi qta kesusahan untuk mencari masjid. Setelah melakukan shalat berjamaah. Qta beristirahat karena masih terlalu capek dan harus melanjutkan perjalanan yang sangat panjang. Biasanya saya dan teman-teman saya suka melakukan perjalanan dengan mengendarai motor. Karena dapat berinteraksi sama alam.

Saat duduk sambil menikmati makanan yang qta bawak. Saya nyeloteh "Eh rumah penduduk sini bagus-bagus ya, tapi sayang..." , ada salah satu temen saya nyawur " iya kenapa emangnya.." saya :" itu loh kok sajadah sama mukenahnya jelek banget.. padahal kan rumah bagus-bagus kayak gitu.."..
Ya beitulah kenyataannya, saya melihat dimana lingkungan masjid terlihat rumah-rumah yang sangat berkecukupan, tapi sayangnya di mana masjid yang seharusnya menjadi tempat ibadah, malah sangat-sangat kusam dan terbilang jelek. Ya disitu saya merasa sedih.. hihi

Banyak manusia yang telah menjauh dari urusan-urusan agama. Mereka terlalu memikirkan urursan pribadi. Kita sebagai pemuda penerus bangsa ini. Sebagai pencetak generasi-generasi yang akan datang. Belajar untuk mementingkan urursan agama terlebih dahulu. Berani untuk memperjuangkan agama. Belajar sedikit demi sedikit. Saya yakin kita semua mampu untuk menjadi prajurit-prajurit Allah. Agar agama ini tak usam..


Bantul, 8 Maret 2015

Kamis, 05 Maret 2015

Kebutuhan Khusus

Memasukin bulan kedua untuk menjalankan praktek klinik selama 6 bulan. Hal ini merupakan salah satu persyaratan untuk wisuda dalam jurusan  yang saya ambil. Jurusan yang saya ambil adalah fisioterapi, dimana yang bulan kedua ini saya di tempatkan di Yayasan Anak-anak Kebutuhan Khusus. Senengnya praktek di sini itu pulang cepet dan hari sabtu libur, yeeah seenggaknya ada waktu untuk ngerjain tugas, ya kalau gag tidur siang (sunah rasull heheh)

Wauw untuk kesan pertama, saya dan dua teman saya hanya syok melihat tingkah mereka yang tak seperti kebanyakan orang lain. Ya maklum belum terlalu sering untuk berinteraksi kepada mereka anak-anak yang berkebutuhan khusus. Bisa dibilang hampir prustasi dengan keadaan ini. Mereka yang anak panti asuhan tanpa ada campur tangan orang tua, pastinya untuk perawatan diri ya begitulah, beda dengan anak-anak kebutuhan khusus yang orang tuanya ikut terjun langsung dalam merawat anaknya.

Minggu pertama begitu sulit untuk menjalankan bahkan saya dan teman saya tak begitu bersemangat untuk makan. Ya aroma dan tingkah mereka membuat nafsu untuk makan berkurang. Tapi seiring waktu berjalan. Setiap pagi menyapa mereka, melihat kegiatan mereka, bergabung dengan mereka. Subbahanllah ternyata mereka adalah anak-anak yang luar biasa, anak-anak yang hebat, selalu tersenyum, selalu bahagia, tanpa ada kerisuan didalam hati mereka, mereka tak pernah mengeluh, tak ada air mata penyesalan yang keluar dari mata mereka, tak ada kebencian dari diri mereka, mereka bisa berteman kepada siapapun dan mereka mampu menghasilkan suatu karya yang membanggakan. Disitu saya mereasa malu terhadap diri saya sendiri. Terdakang masih belum bisa menerima keadaan. Astagfirullah..Ampuni hamba ya Allah.
Bahkan ketika kita datang mereka selalu menyambut dengan rasa bahagia. Membantu kita tanpa ada embel-embel di belakangnya.Saya dan teman-teman sempat diajarkan bagaimana menggunakan bahasa isyarat.
Setiap hari jam 8 kita harus sudah sampai di klinik sebelum bermain bersama mereka, biasanya kita melakukan terapi dahulu. Baru selesai terapi kita bermain-main bersama mereka. Khusus hari rabu dan jumat kita berkeliling area sekitar panti.. Bersabar ketika menuntun mereka untuk berjalan, menanyakan kegiatan mereka, dan ada beberapa dari mereka mampu untuk melakukan kegiatan sehari-hari.
Sambil berjalan bercerita tentang keseharian mereka saya berfikir apakah mereka menindukan orang tua mereka, apakah jika ketemu dengan orang tua mereka akan marah, suatu pertanyaan yang tak akan terlontar dari mulut saya ini. Sambil berbisik dalam hati sungguh orang tua mereka sangat kejam, orang tua mereka tega sekali melakukan hal ini, menelantarkan mereka tanpa memberi pertanggung jawaban. Hei orang tua yang memiliki anak-anak hebat ini, adakah kerinduan dihati kalian, adakah penyesalan karena kalian telah menelantarkan mereka, mengapa kalian tak mencari mereka. Bukankah Allah telah berfirman "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat-Ku kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim [14]:7). Mengapa orang tua yang memiliki anak-anak dengan kebutuhan khusus harus di telantari, harus di sia-siakan. Sesungguhnya mereka adalah ladang untuk mencari pahala, mencari ridhonya Allah..
 Saya berdoa semoga orang tua mereka sadar atas perbuatannya, bertaubat di jalan lurus Allah. Untuk anak-anak hebat terima kasih atas pelajaran hidup selama satu bulan ini, saya bangga terhadap kalian.. Saya akan merindukan tingkah konyol kalian, suatu saat nanti saya akan datang dan saat itu cita-cita saya menjadi fisioterapi anak telah saya kantongin..

Peluk hangat dan kecup sayang dari saya..
Solo, 6 Maret 2015


Rabu, 04 Maret 2015

Lakukan Cara yang Terbaik

Setiap manusia merasakan jatuh cinta terdahap orang lain, wanita terhadap seorang pria, seorang pria terhadap wanita.. Itu hal yang wajar.. Asalkan mampu untuk memposisikan diri terhadap rasa itu.. banyak sekarang remaja bahkan seorang di usia matang galau, resah karena belum mendaptkan pasangan. Apalagi kini bagi beberapa orang menikah muda adalah suatu keputusan yang harus di ambil... emmmm sayang nya saya belum ada yang ngelamar.. Caba aja ngelamar mungkin bisa dipertimbangkan asalkan memiliki tangung jawab terhadap agamanya.. 
 Dari jaman SMA ketika teman-teman menutuskan untuk melakukan hub spesial.. Saya hanya bisa menjadi pendengar kita mereka membutuhkan masukakan.. Bahkan ada orang tua yang sedih karena anaknya yang belum memiliki pacar.. Kalau saya selalu di takuti bayangan ibu yang tak pernah bosan untuk mengingatkan untuk tak melakukan hal itu... Endingnya saya putuskan untuk berteman kepada siapapun tanpa batas. Dan saat kilang kuliah pun saya bisa dibilang yang jomblo di antara teman-teman walaupun ada beberapa yang mengikuti jejak saya.. heheh Ada juga yang akan melangsungkan pernikahan... Beberapa temen yang takut atas ke jomblonan itu.. Entahlah apa sebab tak tau pasti saya... Jika takut sendiri.. saya sendiri tapi saya masih mampu bertahan hidup, ya karena saya memaksimalkan untuk menicintai keluarga besar saya, tak pernah habis rasa sayang dan cinta mereka, dan mereka selalu memberiku doa tanpa lelah.... Takut pergi-pergi tak ada temen, Alhamdulillah saya selalu pergi bersama teman-teman dan  keluarga besar tanpa harus ada yang marah dengan ketidak jelasan.. Malah qta saya pergi bersama keluarga, saat pulang malah di kasih tambahan buat jajan.. Alhamdulillah rezeki anak soleh.. heheh... Saya merasa lebih bebas.. lebih bisa berekspresi terhadap perjalanan saya.. Saya tak perlu memikirkan percecokan-percecokan yang seharusnya terjadi pada diri ini...ketika hub mereka berakhir hanya air mata dan penyesalan yang keluar.. behh gag inget tuh masa" dimana yang lain di agep ngontrak... Makanya ketika cinta itu belum pasti jangan terlalu diberi kepastian.. Nah kalau begini siapa yang rugi.. 
Ketika saya menuliskan ini jangan anggap saya seorang yang tak pernah merasakan jatuh cinta.. Saya pernah meraskannya dan menurut saya itu menyakitkan.. Sekarang saya lebih memutuskan untuk jatuh cinta pada Sang Pemilik Cinta di Alam semesta ini...  Dan belajar mencintai seperti putri Rasul yaitu Fatimah kepada Ali.. Cerita cinta seperti itu yang saya inginkan..
Ketika untuk menginkan suatu pernikahan namun belum yang datang ya mungkin kita belum pantas untuk menikah, mental, sikap, sifat, agama, pendirian yang masih lemah.. Begini ketika kita ingin mendapatkan sekolah yang luar biasa bagus, ya bisa dibilang favorit qta harus belajar dengan rajin, dpt nilai yang bagus, berdoa sama Allah, tak pernah putus asa.. ya bigitulah suatu pernikahan harus punya modal yang kuat ya minimal agama dan mental... dewasakan diri dewasakan hati dan pikiran.. untuk mendapatkan yang baik.. mendapatkan pasangan yang selalu menuntun qta untuk tetap dijalan Allah, menambah qta untuk mencintai Allah,,, jika saat ini belum ada maka maksimalkan diri kita untuk mencintai keluarga kita dahulu.. Allah selalu memberi yang terbaik buat hamba-hamba yang selalu bersabar dan berdoa.. Saya yakin itu.... Bismillah dengan cara yang baik kita akan mendapatkan pasangan hati yang baik juga.. dan berprasangkalah yang baik terhadap Allah..



Semangat Mencari Pasangan hati ya teman-teman..
Jangan mudah menyerah..
Kita harus ciptakan generasi penerus yang memiliki ketakwaan dan keimanan yang kuat untuk membuat negara ini terus maju..
#salam OWOP