Tak terasa sudah dipenghujung tahun.
Sisa-sisa memori tahun lalu pun masih melekat.
Yang sebenarnya tak ingin ku ingat.
Ku rasa cerita tahun lalu adalah hal yang menakutkan.
Bagaimana tidak, sang pria gagah.
Bagaikan super hero.
Harus melawan terlalu banyak jarum suntik.
Harus melewati dimana pelayanan yang tak ramah.
Harus melewati perjalanan yang begitu jauh.
Yang ku banyangkan saja lelah rasanya.
Ku pikir dengan begitu engkau tak bisa lagi menjadi superhero ku.
Ternyata aku salah, engkau tetaplah menjadi superhero.
Ku rasa engkau paling kuat diantara kami.
Engkau tetap semangat walaupun jarum suntik banyak disuntikan di tubuh mu.
Bahkan obat yang masuk lebih banyak dari makanan yang engaku makan.
Untuk pria terhebat yang tak pernah berhenti mendoakan ku..
Untuk pria terhebat yang terimakasih telah merestukan aku untuk mengejar mimpi.
Bahkan engkau sangat mendukungku dan memberi ku semangat.
Untuk pria terhebat tetaplah semangat dan janganlah pernah turun semangat mu.
Untuk pria terhebat tetaplah menjadi pria hebat.
Untuk pria terhebat maaf kan putri kecil mu ini,
Masih terlalu banyak waktu yang belum ku habiskan bersama mu,
Masih terlalu banyak rasa kecewa yang ku berikan,
Masih terlalu dikit senyum yang ku berikan,
Masih terlalu banyak kata maaf yang ingin ku sampaikan.
Untuk pria terhebat disini aku merindukan mu.
Untuk pria terhebat cium dan peluk ku dari sini untuk mu.
Dari Putri Kecil Mu
Yogyakarta 31 November 2016