Senin, 12 Desember 2016

Milik Allah

Suatu pagi.
             Seperti biasa saya dan teman saya selalu bercerita banyak hal, salah satunya tentang mimpi yang kita alami tadi malam. Teman saya bercerita tentang mimpinya. Dia bermimpi bahwa, saya dan dia di pecat dari pekerjaan yang sudah kita miliki. Dalam mimpi itu reasi saya sangat tenang, sedangkan teman saya menangis karena tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya. Menurut saya itu hal yang wajar jika seorang anak tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya.   
            Dan mengapa saya bersikap tenang, menurut saya setiap kejadian Allah yang mengambil ahli semuanya. Allahlah yang memutuskan hati saya untuk bersikap tenang. Bagi saya Allahlah yang memilih jalan ini. Saya akan sangat merasa tidak bisa membahagiakan kedua orang tua ketika saya melakukan banyak hal dan itu semua membuat saya jauh dari Allah saya. Jika kenyataan saya benar-benar dikeluarkan dari teman kerja, mungkin ini adalah tanda Allah ingin memberikan tempat terbaik untuk saya. Bumi Allah itu luas, bahkan sangat-sangat luas, dan Allah lah yang memilih kita untuk tinggal dimana Allah ridhoi.  Bagi saya itu saja sudah cukup. Karena kehilangan cinta saya kepada Allah lebih tidak baik dari pada kehilangan suatu pekerjaan. Rasa keweca ada tapi bukan untuk di jadikan point yang paling penting.
               Yakin sajalah semesta ini milik Allah, begitulah dengan hati mereka dan semua-semuanya milik Allah. Jadi serahkan hati ini dan seluruhnya kepada sang pemilik yaitu Allah.


           Untuk pemilik hati Engkaulah maha mengetahui segala sesuatu terhadap alam semesta ini. Engkaulah tau segala-galany , dengan kelemahan hati hamba. Hamba mohon kuatkan dan jangan buat hamba meninggalkan Engkau sedetik pun.

Selasa, 29 November 2016

Untuk Pria Terhebat

Tak terasa sudah dipenghujung tahun.
Sisa-sisa memori tahun lalu pun masih melekat.
Yang sebenarnya tak ingin ku ingat.
Ku rasa cerita tahun lalu adalah hal yang menakutkan.
Bagaimana tidak, sang pria gagah.
Bagaikan super hero.
Harus melawan terlalu banyak jarum suntik.
Harus melewati dimana pelayanan yang tak ramah.
Harus melewati perjalanan yang begitu jauh.
Yang ku banyangkan saja lelah rasanya.
Ku pikir dengan begitu engkau tak bisa lagi menjadi superhero ku.
Ternyata aku salah, engkau tetaplah menjadi superhero.
Ku rasa engkau paling kuat diantara kami.
Engkau tetap semangat walaupun jarum suntik banyak disuntikan di tubuh mu.
Bahkan obat yang masuk lebih banyak dari makanan yang engaku makan.
                       Untuk pria terhebat yang tak pernah berhenti mendoakan ku..
                       Untuk pria terhebat yang terimakasih telah merestukan aku untuk mengejar mimpi.
                       Bahkan engkau sangat mendukungku dan memberi ku semangat.
                       Untuk pria terhebat tetaplah semangat dan janganlah pernah turun semangat mu.
                       Untuk pria terhebat tetaplah menjadi pria hebat.
                       Untuk pria terhebat maaf kan putri kecil mu ini,
                       Masih terlalu banyak waktu yang belum ku habiskan bersama mu,
                       Masih terlalu banyak rasa kecewa yang ku berikan,
                       Masih terlalu dikit senyum yang ku berikan,
                       Masih terlalu banyak kata maaf yang ingin ku sampaikan.
                       Untuk pria terhebat disini aku merindukan mu.
                       Untuk pria terhebat cium dan peluk ku dari sini untuk mu.

                  



Dari Putri Kecil Mu
Yogyakarta 31 November 2016

                       

Senin, 19 September 2016

Pemberi Terbaik

Saya rasa kita ketika memberikan sesuatu kepada orang lain yang benar-benar kita cintai, dengan memberikan pelayanan yang dia sukai. Jangan sampai orang yang kita cintai merasakan rasa sakit, merasakaan ketidak nyamanan. Padahal terkadang itu membuat dia lama kelamaan akan merasakan sakit.
Banyak hal yang kita korbakan demi orang yang kita cintai. Banyak hal yang kita korbakan untuk tetap membuat dia bahagia. Hingga kita melupakan bahwa didunia ini akan merasakan sakit juga, merasakan sedih, dan kehilangan.
Menurut saya itu bukan pemberi terbaik dari kita. Ketika kita hanya mengajarkan dalam kesengan saja. Kalian tau Allah lah pemberi terbaik. Ketik kita bahagia, dalam musibah, dalam berada dititik bener-benar susah, dll, Allah lah yang memberikan terbaik. Dia ingin melihat kita untuk menjadi manusia tangguh, manusia kuat, manusia yang beriman dan bertaqwa. Dan Allah lah yang benar-benar sayang kepada kita, Dia yang benar-benar mencintai kita, dan Dia memiliki banyak cara untuk mencintai kita.
So ketika dalam bentuk apapun kita tetaplah Allah menjadi penolong karena semua itu dari Allah.

Sabtu, 10 September 2016

Entah ini terlambat atau tidak..
Bagi ku ku adalah cahaya dalam hidup ku..
Penerang setiap langkah ku..
Walaupun menurut ku itu bukanlah suatu pilihan..
Sosok wanita yang tetap berdiri kokoh ketika badai datang..
sosok wanita yang memiliki hati sejernih mata air..
Bahkan menurut ku engkau sosok wanita yang lebih dari mutiara..
Bagaimana tidak..
Engkau tetap tersenyum ketika badai menghampiri mu..
Engkau selalu memberikan terbaik untuk kita semua..
Padahal pundak terlalu lelah untuk menompang semuanya..
Kau selalu tegar walaupun ombak ingin menghampiri mu..
Maafkan aku belum mampu megikuti jejak mu..
Maafkan aku selalu menjadi beban dalam pundak mu..
Maafkan aku belum mampu setegar diri mu..
Maafkan aku belum bisa selalu ada disamping mu..
Wahai wanitaa yang selalu menjadi pelita di hati..
Sosok wanita yang selalu menerima apapun tentang diri ku..
Wahai ibu kemanapun aku pergi ak selalu merindukan mu.
Cinta mu terlalu tinggi untuk ku..
Maafkan aku karena sampai kapanpun ak tak akan bisa membalas semua jasa mu, semua cinta yang ada dihati dan semua tentang mu untuk ku..




Curup, 10 September 2016
Ya Allah sehatkan, kuatkan, ampunin, panjangkan umurnya, dan permudah segala urusannya.. Hamba yakin Engkaulah yang mampu melindungi dia dari apapun itu..

Selasa, 23 Agustus 2016

     


     Banyak hal yang menjauhkan ketika terpisahkan oleh ratusan kilo meter dan tempat yang berbeda.. Ya saya tau qta masih ada disatu tempat yaitu "Bumi".. Banyak hal yang kita ketemu dengan kondisi yang berbeda. Tanpa disadari banyak pikiran yang negatif ketika kita berfikiran tentang jarak dan tempat. Dan ketika waktu telah banyak berganti saya mulai menyadari ini karena kesalahan saya waktu dahulu, ataukah sudah keadaanya seperti ini. Dengan semua tenaga saya hanya mampu berdoa pasrah ketika kau pergi semakin jauh, ya mungkin ini adalah balas dendam ketika dulu saya meninggalkan diri mu telalu jauh. Tapi bukan kah kau tau itu mimpi ku.. 
          Dan kau harus tau ketika kita dipertemukan dengan sekian waktu yang tak terhitung, kau membuat saya bahawa kesalahan masa lalu sudah dimaafkan. Dan kini qta benar-benar terpisahkan bahkan akan lebih jauh lagi. Haruskan saya menunggu? Bagaimana ketika saya telah menunggu sekian lama kau hadir lagi dengan membuat saya menyesal. Terlalu banyak pertanyaan yang tersimpan, terlalu banyak pernyataan yang masih disimpan dan terlalu banyak rasa yang tersembunyi. Ini lah efek terlalu lama memikirkan satu hal yang tak pasti, sehingga mengabaikan yang lain. Kini ketika yang lain sudah akan pergi jauh baru menyesal. Aaah ini mungkin hanya sekedar harapan dari satu sisi atau hanya sekedar ekspetasi dari orang tua mu saja yang membuat harapan saya tumbuh lagi..





untukmu yang akan hijrah jauh semoga Allah melindungi setiap langkah mu..
semoga saya dan diri mu mendapat hal-hal yang diridhoi oleh Allah.
dan kita dipertemukan lagi karena Allah..


Jakarta, 22 Agustust 2016
11:10 PM

Minggu, 03 Juli 2016

Teori Hujan

           Malam tadi teman saya yang berada di jarak yang jauh bertanya tentang petih dan guntur yang selalu membuat hati kacau, tak menentu, dan membuat semuanya menjadi bingun. Dia juga bertanya bahwa petir dan guntur itu merupakan pertanda hujan. 
            Menurut saya hujan itu sebuah kisah yang tak bisa ditebak kapan ia akan hadir. Ketika kita berfikir apakah mendung , petir dan guntur itu pertanda hujan. Buktinya banyak ketika panas hujan pun turun dengan sangat-sangat deras. Jadi apakah mendung tetap akan jadi patokan hujan turun. Maka dari itu kita tidak bisa berharap banyak kepada mendung, petir, dan gemuruh yang lain tentang hujan. Yang terpenting adalah kita siapkan hati yang kuat jika benar-benar hujan turun dan jika benar-benar hujan tidak turun. Karena semua itu sudah diatur oleh Sutradara Alam Semesta ini. Tak ada yang mampu mengalahkan kuasanya. Dan dengan hati yang kuat kita mampu menjadi penikmati alam semesta ini dengan tenang, dengan hati yang lapang. 
           Dan kalian yang sangat menanti hujan datang di musim yang bukan bulannya hujan turun, teruslah perbaiki diri kalian. Saya yakin kita akan mendapatkan setiap hujan terbaik dalam hidup ini.







*Salam dingin dari Kota yang Dingin


 

Kamis, 07 April 2016

Kakak

Saat berada di zona nyaman dimana kebutuhan saya terpenuhi dan apapun yang saya tidak bisa, selalu ada mereka yang mampu mewujudkannya dari belajar bahasa inggris, menggambar, sampai rekaman tugas sekolah.
Ketika zona nyaman sudah tak bisa dilepas disisi lain kepergian harus ada dengan ketidakpastian kapan akan pulang.
Sudah 5 tahun berlalu dan saya ternyata mampu hidup tanpa mereka..
Mereka iya mereka beberapa pria yang sudah saya anggap sebagai kakak kandung saya sendiri..
Mereka yang sudah menjadi bagian dari kehidupan saya..
Tapi saya tidak mampu untuk melupakan mereka..
Mereka yang sekarang dengan kisahnya masing-masing..
Mereka dengan kehidupannya masing-masing.
Dan mereka dengan kerinduan dari saya.
Saya seorang anak perempuan yang menginginkan kakak.

Senin, 15 Februari 2016

hai

Mengenang kisah yang lama sunggulah menyakitkan.
Apalagi aku mengingat tentang,
Aku yang tak hadir ketika kejadian itu.
Bukan aku tak ingin hadir.
Hanya saja aku tak ingin melihat mu bersedih.
Bukan tak ingin pergi.
Hanya saja tempat mu sangat jauh.

Tapi ternyata hal itu membuat aku dan kau berasa dijarak yang berbeda.
Padahal kau persisi berdiri didepan ku.
Dulu ketika hal ini belum terjadi.
Kau adalah teman terbaik ku.
haaaa sudahlah semua sudah terjadi.
Daun telah berjatuhan ditanah..
Aku tak mampu merangkai daun seperi semula.
Yang jelas pertemuan kemarin sangatlah melepas rinduku.
Setelah 3 thn tak berjumpa.


Kini entah kenapa aku merindukan mu
dengan rasa bersalah ku.

Senin, 18 Januari 2016

Mati Konyol

Akhir tahun 2015 dan awal tahun 2016 saya tak pernah berfikir bahwa Allah akan membuat cerita indah. Karena dulu ketika teman-teman saya yang mengalami kejadian seperti ini, saya tak mampu menjalaninya seperti mereka. Mereka mampu tertawa lepas didepan saya dan teman-teman. Tanpa ada satu tetes air mata yang keluar. Malah saya yang terlihat cengeng di depan mereka..
Tapi ada daya kisah yang mereka alami kini Allah titipkan pada saya. Mungkin awal saya mampu menerima keadaan ini. Keadaan harus meninggalkan kampus dan teman-teman secara mendadak. Hingga di bulan pertama saya yang hanya manusia biasa, yang masih memiliki emosi saya sedikit protes dengan keadaan ini. Karena harus tetap bertahan di Curup ini. Suatu daerah yang dari dulu tak ingin berlama-lama disini.
Yaaa tetap saja saya harus mengalah dengan keadaan ini.
Setelah saya melewatinya, saya semakin menikmatinya, ya saya tau semua tak sejalan dengan apa yang saya pikirkan.
Ketika setiap hari senin dan kamis saya bertemu dengan mereka yang telah terlebih dahulu mendapatkan kisah dari Allah. Dan pada suatu hari ada salah satu dari mereka yang telah di jemput oleh Allah untuk bertemu dengannya. Satu ruangan kami berduka bagaimana tidak sosok anak muda yang berjalan gagah diatara mereka yang berjalan dengan alat bantu harus meninggalkan kami.
Saya sempat berfikir betapa bahaginya dia ketika dijemput oleh Allah dalam keadaan dosa-dosa yang berguguran. Seperti dalam Al-Quran yang menjelaskan bahwa Allah akan mengugurkan dosa-dosa hambanya yang sedang sakit, tertimpa musibah jika dijalankan dengan ikhlas. Dan disisi lain bahwa kematian itu akan datang mengampiri setiap hamba Allah dimuka bumi ini dengan jadwal yang ditentukan.
Nah ketika orang-orang yang sedang sakit sedangkan mereka ikhlas dengan apa yang terjadi dan jadwal itu datang betapa bahagia mereka Allah telah menghapus dosa-dosa mereka.
Kita yang sehat bisa saja mati dengan konyol maksudnya kita belum siap dengan ibadah-ibadah yang dijalani selama ini, sedangkan jadwal untuk menhadap Allah sudah tiba. Dosa-dosa yang terjadi karena tidak disegaja maupun disegaja belum dihapuskan oleh Allah dan Amalan-amalan yang masih belum sempurna.
Maka dari itu ikhlaskan hati kita untuk beribadah kepada Allah. Saling mengingatkan satu sama lain untuk menuju syurga tak ada salahnya. Agar kita tidak mati secara khonyol dan musibah bukanlah satu-satunya hal yang membuat kita akan jatuh. Bersabarlah, ikhlas, berdoa InsyaAllah Allah akan memberikan syafat di setiap langkah kita. #Aamiin Ya Robbal Alaamiin


*semoga warga HD selalu diberi kesembuhan oleh Allah

Minggu, 10 Januari 2016

Tahun Baru Ku

Tak terasa ini adalah minggu terakhir ditahun 2015. Saya sangat bersyukur karena pergantian tahun kali ini berkumpul dengan keluarga, tak seperti tahun kemarin saya harus melewatkan pergantian tahun dalam perjalanan yang sangat melelahkan.
.
Senin, 28 Desember 2015 ketika keputusan dokter untuk memperbolehkan ayah pulang merupakan hal yang menyenangkan bagi keluarga. Menikmati udara di rumah lebih indah dari kamar yang hampir punah itu. Tapi Allah punya rencana lain, setelah dua hari di rumah. Malam kamis ayah harus masuk ruangan itu lagi, yaa mungkin rindu yang belum tuntas (Piss Yah)...
Kamis, 31 Desember 2015 magrib adik saya tiba dari kota sebelah dan disitu saya baru menyadari bahwa esok tahun Masehi telah berganti.
"Alhamdulillah ya yah kita melewati tahun baru bersama diruangan ini", celetuh saya dengan keluarga.
"Ya semua yang terjadi dimuka bumi ini atas izin Allah, semua yang terjadi nikmati saja. Tah rencana Allah sangatlah indah", jawab sang bidadari cantik yang tak pernah marah (ibu)
Bener banget, mau gimanapun rancangan kita jika tak sesuai izin Allah maka semuanya tak menjadi indah.
Saya bersyukur bisa berkumpul dengan keluarga ya terakhir sih bulan Juli lalu, tapi hanya berlima saja itu sudah lama sekali. Walaupun dengan oksigen dan infus yang ditangan terasa mengganggu pria terkeren sejagat raya ini.
Dan perasaan saya saat itu tak ada beban karena tak melakukan tradisi yang tak pernah keluarga saya ajarkan. Terpenting dalam pergantian tahun bagaimana kita mampu menikmati keadaan yang diluar keadaan kita. Bukan Allah tak menyanyangi kita, justru inilah cara Allah menyanyangi hambanya.
.
Mungkin telat tapi tak masalah.
Semoga ini adalah cerita yang membuat kita menjadi lebih baik lagi.
 .
Dari suatu tempat yang tinggi dan dingin.
10 Januari 2016