Memasukin bulan kedua untuk menjalankan praktek klinik selama 6 bulan. Hal ini merupakan salah satu persyaratan untuk wisuda dalam jurusan yang saya ambil. Jurusan yang saya ambil adalah fisioterapi, dimana yang bulan kedua ini saya di tempatkan di Yayasan Anak-anak Kebutuhan Khusus. Senengnya praktek di sini itu pulang cepet dan hari sabtu libur, yeeah seenggaknya ada waktu untuk ngerjain tugas, ya kalau gag tidur siang (sunah rasull heheh)
Wauw untuk kesan pertama, saya dan dua teman saya hanya syok melihat tingkah mereka yang tak seperti kebanyakan orang lain. Ya maklum belum terlalu sering untuk berinteraksi kepada mereka anak-anak yang berkebutuhan khusus. Bisa dibilang hampir prustasi dengan keadaan ini. Mereka yang anak panti asuhan tanpa ada campur tangan orang tua, pastinya untuk perawatan diri ya begitulah, beda dengan anak-anak kebutuhan khusus yang orang tuanya ikut terjun langsung dalam merawat anaknya.
Minggu pertama begitu sulit untuk menjalankan bahkan saya dan teman saya tak begitu bersemangat untuk makan. Ya aroma dan tingkah mereka membuat nafsu untuk makan berkurang. Tapi seiring waktu berjalan. Setiap pagi menyapa mereka, melihat kegiatan mereka, bergabung dengan mereka. Subbahanllah ternyata mereka adalah anak-anak yang luar biasa, anak-anak yang hebat, selalu tersenyum, selalu bahagia, tanpa ada kerisuan didalam hati mereka, mereka tak pernah mengeluh, tak ada air mata penyesalan yang keluar dari mata mereka, tak ada kebencian dari diri mereka, mereka bisa berteman kepada siapapun dan mereka mampu menghasilkan suatu karya yang membanggakan. Disitu saya mereasa malu terhadap diri saya sendiri. Terdakang masih belum bisa menerima keadaan. Astagfirullah..Ampuni hamba ya Allah.
Bahkan ketika kita datang mereka selalu menyambut dengan rasa bahagia. Membantu kita tanpa ada embel-embel di belakangnya.Saya dan teman-teman sempat diajarkan bagaimana menggunakan bahasa isyarat.
Setiap hari jam 8 kita harus sudah sampai di klinik sebelum bermain bersama mereka, biasanya kita melakukan terapi dahulu. Baru selesai terapi kita bermain-main bersama mereka. Khusus hari rabu dan jumat kita berkeliling area sekitar panti.. Bersabar ketika menuntun mereka untuk berjalan, menanyakan kegiatan mereka, dan ada beberapa dari mereka mampu untuk melakukan kegiatan sehari-hari.
Sambil berjalan bercerita tentang keseharian mereka saya berfikir apakah mereka menindukan orang tua mereka, apakah jika ketemu dengan orang tua mereka akan marah, suatu pertanyaan yang tak akan terlontar dari mulut saya ini. Sambil berbisik dalam hati sungguh orang tua mereka sangat kejam, orang tua mereka tega sekali melakukan hal ini, menelantarkan mereka tanpa memberi pertanggung jawaban. Hei orang tua yang memiliki anak-anak hebat ini, adakah kerinduan dihati kalian, adakah penyesalan karena kalian telah menelantarkan mereka, mengapa kalian tak mencari mereka. Bukankah Allah telah berfirman "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat-Ku
kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya
azab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim [14]:7). Mengapa orang tua yang memiliki anak-anak dengan kebutuhan khusus harus di telantari, harus di sia-siakan. Sesungguhnya mereka adalah ladang untuk mencari pahala, mencari ridhonya Allah..
Saya berdoa semoga orang tua mereka sadar atas perbuatannya, bertaubat di jalan lurus Allah. Untuk anak-anak hebat terima kasih atas pelajaran hidup selama satu bulan ini, saya bangga terhadap kalian.. Saya akan merindukan tingkah konyol kalian, suatu saat nanti saya akan datang dan saat itu cita-cita saya menjadi fisioterapi anak telah saya kantongin..
Peluk hangat dan kecup sayang dari saya..
Solo, 6 Maret 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar