Akhir tahun 2015 dan awal tahun 2016 saya tak pernah berfikir bahwa Allah akan membuat cerita indah. Karena dulu ketika teman-teman saya yang mengalami kejadian seperti ini, saya tak mampu menjalaninya seperti mereka. Mereka mampu tertawa lepas didepan saya dan teman-teman. Tanpa ada satu tetes air mata yang keluar. Malah saya yang terlihat cengeng di depan mereka..
Tapi ada daya kisah yang mereka alami kini Allah titipkan pada saya. Mungkin awal saya mampu menerima keadaan ini. Keadaan harus meninggalkan kampus dan teman-teman secara mendadak. Hingga di bulan pertama saya yang hanya manusia biasa, yang masih memiliki emosi saya sedikit protes dengan keadaan ini. Karena harus tetap bertahan di Curup ini. Suatu daerah yang dari dulu tak ingin berlama-lama disini.
Yaaa tetap saja saya harus mengalah dengan keadaan ini.
Setelah saya melewatinya, saya semakin menikmatinya, ya saya tau semua tak sejalan dengan apa yang saya pikirkan.
Ketika setiap hari senin dan kamis saya bertemu dengan mereka yang telah terlebih dahulu mendapatkan kisah dari Allah. Dan pada suatu hari ada salah satu dari mereka yang telah di jemput oleh Allah untuk bertemu dengannya. Satu ruangan kami berduka bagaimana tidak sosok anak muda yang berjalan gagah diatara mereka yang berjalan dengan alat bantu harus meninggalkan kami.
Saya sempat berfikir betapa bahaginya dia ketika dijemput oleh Allah dalam keadaan dosa-dosa yang berguguran. Seperti dalam Al-Quran yang menjelaskan bahwa Allah akan mengugurkan dosa-dosa hambanya yang sedang sakit, tertimpa musibah jika dijalankan dengan ikhlas. Dan disisi lain bahwa kematian itu akan datang mengampiri setiap hamba Allah dimuka bumi ini dengan jadwal yang ditentukan.
Nah ketika orang-orang yang sedang sakit sedangkan mereka ikhlas dengan apa yang terjadi dan jadwal itu datang betapa bahagia mereka Allah telah menghapus dosa-dosa mereka.
Kita yang sehat bisa saja mati dengan konyol maksudnya kita belum siap dengan ibadah-ibadah yang dijalani selama ini, sedangkan jadwal untuk menhadap Allah sudah tiba. Dosa-dosa yang terjadi karena tidak disegaja maupun disegaja belum dihapuskan oleh Allah dan Amalan-amalan yang masih belum sempurna.
Maka dari itu ikhlaskan hati kita untuk beribadah kepada Allah. Saling mengingatkan satu sama lain untuk menuju syurga tak ada salahnya. Agar kita tidak mati secara khonyol dan musibah bukanlah satu-satunya hal yang membuat kita akan jatuh. Bersabarlah, ikhlas, berdoa InsyaAllah Allah akan memberikan syafat di setiap langkah kita. #Aamiin Ya Robbal Alaamiin
*semoga warga HD selalu diberi kesembuhan oleh Allah
Senin, 18 Januari 2016
Minggu, 10 Januari 2016
Tahun Baru Ku
Tak terasa ini adalah minggu terakhir ditahun 2015. Saya sangat bersyukur karena pergantian tahun kali ini berkumpul dengan keluarga, tak seperti tahun kemarin saya harus melewatkan pergantian tahun dalam perjalanan yang sangat melelahkan.
.
Senin, 28 Desember 2015 ketika keputusan dokter untuk memperbolehkan ayah pulang merupakan hal yang menyenangkan bagi keluarga. Menikmati udara di rumah lebih indah dari kamar yang hampir punah itu. Tapi Allah punya rencana lain, setelah dua hari di rumah. Malam kamis ayah harus masuk ruangan itu lagi, yaa mungkin rindu yang belum tuntas (Piss Yah)...
Kamis, 31 Desember 2015 magrib adik saya tiba dari kota sebelah dan disitu saya baru menyadari bahwa esok tahun Masehi telah berganti.
"Alhamdulillah ya yah kita melewati tahun baru bersama diruangan ini", celetuh saya dengan keluarga.
"Ya semua yang terjadi dimuka bumi ini atas izin Allah, semua yang terjadi nikmati saja. Tah rencana Allah sangatlah indah", jawab sang bidadari cantik yang tak pernah marah (ibu)
Bener banget, mau gimanapun rancangan kita jika tak sesuai izin Allah maka semuanya tak menjadi indah.
Saya bersyukur bisa berkumpul dengan keluarga ya terakhir sih bulan Juli lalu, tapi hanya berlima saja itu sudah lama sekali. Walaupun dengan oksigen dan infus yang ditangan terasa mengganggu pria terkeren sejagat raya ini.
Dan perasaan saya saat itu tak ada beban karena tak melakukan tradisi yang tak pernah keluarga saya ajarkan. Terpenting dalam pergantian tahun bagaimana kita mampu menikmati keadaan yang diluar keadaan kita. Bukan Allah tak menyanyangi kita, justru inilah cara Allah menyanyangi hambanya.
.
Mungkin telat tapi tak masalah.
Semoga ini adalah cerita yang membuat kita menjadi lebih baik lagi.
.
Dari suatu tempat yang tinggi dan dingin.
10 Januari 2016
.
Senin, 28 Desember 2015 ketika keputusan dokter untuk memperbolehkan ayah pulang merupakan hal yang menyenangkan bagi keluarga. Menikmati udara di rumah lebih indah dari kamar yang hampir punah itu. Tapi Allah punya rencana lain, setelah dua hari di rumah. Malam kamis ayah harus masuk ruangan itu lagi, yaa mungkin rindu yang belum tuntas (Piss Yah)...
Kamis, 31 Desember 2015 magrib adik saya tiba dari kota sebelah dan disitu saya baru menyadari bahwa esok tahun Masehi telah berganti.
"Alhamdulillah ya yah kita melewati tahun baru bersama diruangan ini", celetuh saya dengan keluarga.
"Ya semua yang terjadi dimuka bumi ini atas izin Allah, semua yang terjadi nikmati saja. Tah rencana Allah sangatlah indah", jawab sang bidadari cantik yang tak pernah marah (ibu)
Bener banget, mau gimanapun rancangan kita jika tak sesuai izin Allah maka semuanya tak menjadi indah.
Saya bersyukur bisa berkumpul dengan keluarga ya terakhir sih bulan Juli lalu, tapi hanya berlima saja itu sudah lama sekali. Walaupun dengan oksigen dan infus yang ditangan terasa mengganggu pria terkeren sejagat raya ini.
Dan perasaan saya saat itu tak ada beban karena tak melakukan tradisi yang tak pernah keluarga saya ajarkan. Terpenting dalam pergantian tahun bagaimana kita mampu menikmati keadaan yang diluar keadaan kita. Bukan Allah tak menyanyangi kita, justru inilah cara Allah menyanyangi hambanya.
.
Mungkin telat tapi tak masalah.
Semoga ini adalah cerita yang membuat kita menjadi lebih baik lagi.
.
Dari suatu tempat yang tinggi dan dingin.
10 Januari 2016
Langganan:
Komentar (Atom)