Saya harap hal yang terjadi 7thn lalu tak terulang lagi.
mungkin bagi setiap orang akan merasakan hal ini.
Dan untuk saya ini bukan waktu yang tepat.
Masih banyak mimpi saya yang belum tercapai.
Ya saya sadari tak selamanya semua mimpi itu saya kejar.
Karena pada dasarnya semua mimpi itu akan indah jika,
saya menjadi sosok wanita yang seutuhnya,
sosok wanita yang menjadi kebanggaan dalam keluarga,
sosok wanita yang menjadi panutan dalam keluarga,
sosok yang di rindu ketika waktu memisahkan,
dan sosok yang di cintai dalam keadaan apapun.
Saat ini perubahan adalah pilihan yang tepat..
Jaga hati, jaga ucapaan, jaga pikiran, jaga sikap.
Ya saya tau tak mudah mengubah sesuatu hal.
Apalagi itu sudah menjadi habits.
Biarkan waktu yang membatu untuk mengubah menjadi lebih baik.
Biarkan waktu yang memilih pilihan untuk menjadi lebih baik.
Biarkan waktu yang terus berjuang untuk mendapatkan yang lebih baik.
Biarkan waktu yang membuat semuanya menjadi indah.
Biarkan waktu yang menanamkan rasa ini di dalam hati.
Biarkan waktu yang mendewasakan diri ini.
Saat ini saya tak tau kapan waktu itu akan datang..
Tapi saya yakin di setiap waktu selalu ada hikmahnya..
Maka saya harus menikmati seebaik-baiknya..
Dan yang saya tau Allah selalu memberikan waktu yang terbaik buat hambanya.
Selasa, 21 April 2015
Senin, 06 April 2015
pilihan
Biasa jika sabtu minggu saya sering berkunjung kerumah bulek di daerah klaten. Nah kemarin saya di ajak bermain dengan anak-anaknya. Kegiatan yang sederhana tapi mengasyikan. Saya di ajak memancing ya walaupun hanya di sungai dekat rumah dan peralatan mancing yang sederhana. Ya walaupun mendapatkan ikan hanya sedikit anak-anaknya begitu bahagia. Selesai memancing tak lama bulek ku satunya datang dan membawa beberapa jajanan pasar. Waw makasih bulek ku Sayang.
Bulek ku yang baru datang langsung ngajak kita untuk bermain di pemandian deket rumah. Karena cuaca lagi panas-panasnya jadi kami sedikit menundanya. Ya sekitar jam set 3 baru kita berangkat ketempat pemandian itu.
Waw gila keren banget. Disini bisa panen ikan yang kecil-kecil, udang tawar, kepiting dan siput. Ya lumayan buat refresing. Suara gemicik air, dinginnya air dan jernihnya air menghilangkan beberapa penat di dalam pikiran ini.
Setelah lama di air dan bercanda dengan bulek-bulek yang unyu beserta anak-anak yang bikin iri karena saya gag bisa ikutan mandi. Ada beberapa pembicaran yang lumayan serius dan saya cuma bisa nyengir.
Ceritanya bulek saya yang baru dateng itu mau di jodohin sama seorang pria yang baru prajabat. Ya gag mungkinkan soalnya bulek saya sudah menikah. Eh bulek saya yang satunya lirik-lirik saya. Saya cuma bisa nyengir. Sibulek yang mau menjodohkan langsung bilang "yi kamu mau, kalau kamu mau bulek kenalin, orangnya bla bla bla bla". Biasa bulek ku yang satu ini kalau cerita selalu menggebu-gebu. hehe Eh bulek ku satunya langsung bilang "mbak sari mau yang sholeh dan aktivis atau yang kayak itu". Jlep langsung deh nyengir "ya yang sholeh bulek untuk priyoritas, kan sholeh di nomor satukan yang lain kasih poinnya 0, lagi pula belum mikir ke arah situ". hehe langsung mbatin belum mikir atau belum ada hehe.
Ya pada prinsipnya semua itu adalah pilihan, kalau mau yang baik ya jadikan diri ini baik. Ya kayak kamu mau beli barang deh. Kalau kita punya uang seribu pasti dapet yang harga seribu, gag bisa kamu punya uang seribu dapet seratus ribu kecuali kalo ngutang. Mungkin saat ini saya belum dapet pilihan yang tepat dari Allah. Tapi endak salah jika saya mempersiapkannya dari sekarang. Biar pilihan tepat yang saya dapatkan. Memperbaiki diri dari waktu ke waktu. Dan menanti waktu yang tepat terhadap pilihan yang Allah berikan untuk saya. Karena jodoh gag di temukan di satu titik saja. So buka hati untuk mendapatkan pilihan-pilihan dari tempat yang lain.
Langganan:
Komentar (Atom)
