Jumat, 11 September 2015

hargailah aku..

Ketika aku berhenti dari penatnya rutinitas hari ini.
Memikirkan kejadian yang telah terlewati untuk satu hari ini.
Dan hari-hari berikutnya..
Seberapa lama aku akan bertahan seperti ini..
Bertahan dengan suara-suara yang membuat hatiku lelah.
Bagi ku raga ini tak menyentuh empuknya kasur tak apa..
Namun jangan saja kalian menusuk hati ku dengan kata-kata yang keluar dari mulut mu itu..
Aku tau kedudukan ku tak sama dengan kalian..
Pendidikan ku tak sama dengan kalian..
Dan harta ku tak sama dengan kalian..
Sungguh dengan senang hati jika raga ku mampu membantu mu dalam pekerjaan sehari-hari.
Namun ketika aku melakukan suatu kesalahan jangan marahi aku tapi beri ak cara yang tepat untuk tidak melakukan kesalahan..
Karena jika hati ini terluka sungguh obat yang terjual di apotek tak mampu menyembuhkannya..
Tapi jika senyum dan teguran hangat mu terlontar dari sikap mu itu lah yang mampu menghapuskan perihnya luka di hati ini.
Mari kita sama-sama belajar untuk saling menghargai, saling mambantu, saling mengingatkan karena bagi ku saat ini kalian adalah salah satu bagian dari keluarga ku.
Walaupun aku tak mungkin bisa masuk dalam bagian keluarga mu.
Karena aku hanya seorang bibik yang siap melayani jika kalian membutuhkan sesuatu.
Bukan orang yang siap untuk kau caci maki.

Dan doa ku..
Ku harap kalian tak  mengalami perihnya hati seperti apa yang ku alami..



*cerita dri seorang pembantu rumah tangga.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar