Sore yang membingungkan, entah karena lelahnya waktu yang habis karena menunggu datangnya anak-anak itu datang. Entah karena pekerjaan ini terlalu membosankan. Dimana suhu ruangan terasa lebih dingin sedangkan suhu tubuh terasa lebih panas. Perbedaan yang membuat seluruh tubuh ingin merasakan indahnya kasur dan selimut yang menjadikan tempat paling nyaman. Perasaan yang selalu dirasakan setiap 2 minggu sekali. Paling keren jika 1 bulan sekali.
Kondisi saat ini bukan menjadikan kondisi untuk mengujungi petugas berjas pitih lengkap dengan stetoscop ditelinganya. Karena biji-biji kecil yang petugas itu berikan menjadi momok tersendiri karena mereka bukanlah pilihan saat ini. Hanya butuh waktu untuk terlelap dengan banyak waktu. Untuk semua pulih.
Dan ketika kondisi dimana bagian-bagian oksigen terasa hilang di dada dan udara yang masuk terasangat sedikit bahkan semua terasa sempit. Seakan-akan waktu akan mengakhir semuanya. Saat itu juga berpikir apa yang dilakukan akhir-akhir ini. Apakah ini terjadi karena Allah menginginkan penghapusan dosa pada hamba yang selalu menumpuk dosa. Apakah ini cara Allah untuk mencintai hambanya. Atau cara Allah untuk memberikan pelajaran untuk hambanya. Saat doa-doa yang dilantunkan dan selalu harapan dalam hati bahwa Allah akan mengabulkan. Ternyata dasyat sekali, bahkan lebih canggih dari biji-biji yang diberikan oleh petugas itu. Ya setidaknya mampu melelapkan dalam keadaan terlelap dengan baik. Tanpa ada kendala, mampu membuat seluruh ruangan mengerti bahwa semua butuh untuk terlelap. Hingga panggilan merdu yang mampu membangunkan untuk melanjutkan pekerjaan yang penuh dengan rasa KE IKHLASAN.
Belajar mencarikan kesalahan dalam diri sendiri bukan kesalahan orang lain..
Yogyakarta, 26 Agustus 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar