Terlalu dingin suasana pagi ini. Seakan ada sesuatu yang ingin di ceritakan, hanya saja waktu tak mampu mengungkapkan. Terlalu takut untuk diungkapkan.. Angin yang membisu. Suhu tubuh yang ikut tidak berteman saat itu. Entahlah mengapa kalian begitu berbeda seperti biasanya.
Waktu menunjukan pukul 11 siang. Membosankan sekali hari ini. Tapi entah mengapa hati begitu gelisah. Ketika hati, nyawa dan tubuh tidak bersatu. Seakan-akan kacau mereka berlarian entah kemana. Waktu tak pernah berhenti dan memberikan suatu kisah yang akan terjadi. Mereka hanya sepi dan sunyi. Menyebalkan sekali rasanya.
Hingga waktu menunjukkan pukul 14.30 ku lihat benda yang mampu menghubungkan seseorang dengan jarak jauh. Diam sejenak, sejak kapan pria ini menghubungi ku..Begitu rindunya kah dia menghubungi ku. Tapi ternyata bukan dia saja yang menghubungi ku. Banyak sekali yang menghubngi ku. Pikiran entah kemana seakan-akan pertanda buruk. Seakan-akan sesuatu yang mengerikan terjadi. Ku hubungin mereka balik satu persatu.
AHHHH satu pernyataan yang membuat air mata ku jatuh sendiri. Tak ada perintah untuk menjatuhkannya. Hati yang serasa di hujam oleh pedang panjang. Sakit sekali rasanya. Ruang yang begitu sempit. Dan jarak yang begitu jauh. Pantas saja semua membisu pria yang ku banggakan Pulang untuk menemui Illahnya... Haaaa sudahlah mungkin itu cara terbaik untuk pria hebat...
Kini rinduku dan cintaku untuk mu..
Dari putri kecil mu..
Yogyakarta, 28 Agustus 2017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar