Tak terasa ini adalah minggu terakhir ditahun 2015. Saya sangat bersyukur karena pergantian tahun kali ini berkumpul dengan keluarga, tak seperti tahun kemarin saya harus melewatkan pergantian tahun dalam perjalanan yang sangat melelahkan.
.
Senin, 28 Desember 2015 ketika keputusan dokter untuk memperbolehkan ayah pulang merupakan hal yang menyenangkan bagi keluarga. Menikmati udara di rumah lebih indah dari kamar yang hampir punah itu. Tapi Allah punya rencana lain, setelah dua hari di rumah. Malam kamis ayah harus masuk ruangan itu lagi, yaa mungkin rindu yang belum tuntas (Piss Yah)...
Kamis, 31 Desember 2015 magrib adik saya tiba dari kota sebelah dan disitu saya baru menyadari bahwa esok tahun Masehi telah berganti.
"Alhamdulillah ya yah kita melewati tahun baru bersama diruangan ini", celetuh saya dengan keluarga.
"Ya semua yang terjadi dimuka bumi ini atas izin Allah, semua yang terjadi nikmati saja. Tah rencana Allah sangatlah indah", jawab sang bidadari cantik yang tak pernah marah (ibu)
Bener banget, mau gimanapun rancangan kita jika tak sesuai izin Allah maka semuanya tak menjadi indah.
Saya bersyukur bisa berkumpul dengan keluarga ya terakhir sih bulan Juli lalu, tapi hanya berlima saja itu sudah lama sekali. Walaupun dengan oksigen dan infus yang ditangan terasa mengganggu pria terkeren sejagat raya ini.
Dan perasaan saya saat itu tak ada beban karena tak melakukan tradisi yang tak pernah keluarga saya ajarkan. Terpenting dalam pergantian tahun bagaimana kita mampu menikmati keadaan yang diluar keadaan kita. Bukan Allah tak menyanyangi kita, justru inilah cara Allah menyanyangi hambanya.
.
Mungkin telat tapi tak masalah.
Semoga ini adalah cerita yang membuat kita menjadi lebih baik lagi.
.
Dari suatu tempat yang tinggi dan dingin.
10 Januari 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar